Bisnis Kreatif UMKM , Bros Menawan dari Kulit Bawang

jasa seo dan internet marketing

bisnisumkmonline.com – kulit dan batang bawang tak hanya menjadi sampah. Di tangan Maslikah, kulit dan batang bawang disulap menjadi bros dan aneka kerajinan yang mampu mendulang rupiah. Dengan mengusung nama UKM “Merah Putih”, produk Maslikah telah berhasil memasuki salah satu toko ritel terbesar di Indonesia. Seperti apa?

Bila dilihat dari kejauhan, tak ada yang menyangka bahwa bros, bunga kering, dan berbagai pajangan yang dijual Maslikah terbuat dari kulit bawang putih. Secara sekilas, memang tak ada yang berbeda dengan bunga kering berbahan plastik. Tapi, bunga kering made in  Maslikah ini tentunya lebih alami dan lebih indah.

Membuka usaha kerajinan berbahan limbah bawang bermula saat ia merasa sayang dengan banyaknya limbah bawang di lingkungan sekitarnya. Maklum saja, para tetangganya banyak yang berprofesi sebagai pembuat krupuk, penjual mie, dan kacang goreng. Semua makanan itu menggunakan bawang putih sebagai bumbunya. Tak ayal, banyak limbah kulit bawang yang dihasilkan dari usaha rumahan tersebut. Lalu terciptalah ide dari Maslikah untuk membuat aneka bahan kerajinan dari limbah kulit bawang.

Ide yang didapat Maslikah yang sempat menjadi perajin kain perca ini pun orisinil. Dia belajar secara otodidak untuk mengolah kulit dan batang bawang itu menjadi kerajinan bernilai seni. Trial and error pun dilakoni istri dari Syuaib Effendi ini. Hingga pada akhirnya terciptalah produk-produk seperti sekarang ini.

“Coba-coba saja dulu itu. Ya saya cari caranya sendiri, tidak pernah ikut pelatihan. Ternyata jadi seperti ini,” katanya sambil memperlihatkan limbah bawang yang telah ia ubah menjadi bunga cantik.

Bisnis Kreatif UMKM , Bros Menawan dari Kulit Bawang

Bisnis Kreatif UMKM , Bros Menawan dari Kulit Bawang

Bisnis Kreatif UMKM , Bros Menawan dari Kulit Bawang Untuk mengolah aneka kerajinan kulit bawang ini, Maslikah melakukan pemilahan dulu. Selanjutnya, batang dan kulit bawang dikeringkan sampai dua bulan. “Jangan sampai kena matahari karena bisa sobek. Kalau batang, diiris kecil-kecil. Kalau kulit bawangnya digunting dan dibentuk seperti kelopak bunga,” kata Maslikah menjelaskan secara detail.

baca juga dari-sentra-handicraft-menjadi-desa-produktif-nasional/

Untuk memproduksi sehari-hari, Maslikah dibantu sang suami. Dalam sehari, mereka bisa membuat tiga lusin bunga kering berbentuk bros dan bunga bertangkai. Setelah jadi, bunga-bunga itu dijual dalam bentuk lusinan dan eceran. Harga yang dibanderol pun tidak mahal, hanya Rp 2500 hingga Rp 10 ribu per tangkai.

Lantas bagaimana dengan perawatannya? Maslikah menjelaskan, perawatan bunga berbahan kulit dan batang bawang ini tidaklah sulit. Cukup memakai kuas atau sikat gigi untuk menghilangkan debu yang menempel di kelopak-kelopak bunganya.

Usaha ini dimulainya pada tahun 2010. Hingga kini, telah banyak perkembangan yang dialami Maslikah. Untuk meningkatkan kemampuan dan jejaring bisnisnya, Maslikah tergabung dalam Pahlawan Ekonomi Surabaya. Program tersebut merupakan program Pemerintah kota Surabaya untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Surabaya.

Untuk bergabung ke dalam Pahlawan Ekonomi, Maslikah awalnya kerap mengikuti lomba-lomba, baik di tingkat RW, kecamatan, hingga kota. Mulanya ia hanya ingin memperkenalkan produknya, tapi ternyata produknya terpilih menjadi jawara di beberapa perlombaan itu. Bahkan, pada tahun 2014, produk Maslikah menjadi salah satu dari 14 pahlawan ekonomi Surabaya bidang kerajinan tangan.

Dari kemenangan itu, Maslikah semakin kaya pengalaman. Ia sering diajak mengikuti pameran demi pameran di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, ia juga memiliki kesempatan mengikuti pelatihan yang mendatangkan tutor Chairul Tanjung, salah satu pengusaha sukses Indonesia yang juga sempat menjadi Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden SBY itu. Setiap minggu sekali, Chairul Tanjung memberi pengarahan kepada para pelaku UKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi Surabaya.

baca juga raup-ratusan-juta-dari-bisnis-kerang/

Usai mengikuti program tersebut, Maslikah berhasil melebarkan sayap usahanya. Produk-produknya kini juga dipasarkan di Gorontalo dan Korea. Salah satu pencapaian besar yang diraih pelaku UKM.

Secara pribadi, Maslikah mengucapkan rasa terimakasihnya yang mendalam kepada Pemkot Surabaya. Pemkot dinilainya sangat mendukung bisnis yang digelutinya ini. Setiap minggu, Pemkot Surabaya rutin memberikan motivasi dan pelatihan. Bahkan, Pemkot juga telah memberikan bantuan bedah rumah.

“Dulu rumah saya jelek, sekarang alhamdulillah sudah dibantu Pemkot,” ujarnya.

Dalam menjalankan usaha pengolahan kulit dan batang bawang putih ini, Maslikah tidak mengalami kendala berarti. Penyediaan bahan bakunya pun relatif gampang. Hanya saja, ia kesulitan mencari perajin yang telaten. Untuk membuat kerajinan seperti ini, memang dibutuhkan ketelatenan yang cukup tinggi. Maslikah mempunyai harapan besar agar usahanya semakin maju dan lancar, serta banyak dikenal orang. Mari kita sama-sama doakan ya!.

  • DATA USAHA:
    Nama Usaha : Mawar Putih
    Pemilik : Maslikah
    Alamat : Tanah Merah IV/6 Kenjeran Surabaya
    Tlp : 085100922242 – 085731654256

 

jasa seo dan internet marketing