Bisnis UKM Kreatif yang Simple , Kotak Hadiah

jasa seo dan internet marketing

bisnisumkmonline.com – Kondisi kepepet konon dapat memunculkan potensi terpendam seseorang. Ini berlaku pada Elita Sari Anggraini. Perempuan yang mengaku tidak telaten dan tidak menyukai kerajinan tangan ini mampu mendirikan usaha gift box (kotak hadiah). Bagaimana lika-liku Elita mengembangkan usaha yang dirintisnya sejak 2007 itu?

Elita Sari Anggraini dapat ditemui dalam kursus singkat yang diadakan Klinik UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim. Perempuan berkacamata itu menjadi salah satu tutor tetap dalam pelatihan gift box di instansi milik Pemprov Jatim tersebut, khususnya dalam kursus pembuatan gift box.

Keterlibatan Elita di Klinik UMKM Provinsi Jatim tidak hanya sebagai tutor. Semula ia tercatat sebagai peserta kursus singkat. Berbagai kursus yang diselenggarakan Klinik UMKM pun ia ikuti dan praktekkan. Di antaranya kerajinan enceng gondok, aksesoris, hingga makanan.

Hingga akhirnya ia memilih kerajinan gift box untuk digeluti. Elita pun menjadi salah seorang alumni Klinik UMKM Jatim yang terbilang sukses. Omset dari usaha gift box miliknya telah mencapai puluhan juta rupiah perbulan. Melihat Elita saat ini, siapa sangka ia bukanlah penyuka seni. Kebutuhan hiduplah yang membuatnya bergelut dengan dunia kerajinan.

Bisnis Kotak Hadiah  dari Elita Sari Anggraini

Krisis moneter 1998 memaksa perusahaan tempat Elita bekerja gulung tikar. Sembari mencari pekerjaan baru, ia mengandalkan uang pesangon dari perusahaan. Ketika pesangon habis, otaknya berputar mencari jalan keluar. Hingga kemudian ia bergabung dalam pelatihan kader yang diselenggarakan Bapemas (Badan Pemberdayaan Masyarakat).
Tahun 2009 Elita mulai berkenalan dengan Klinik UMKM Provinsi Jatim, P3ED, dan Dekranasda.

Menyadari tidak mempunyai dasar pengusaha atau penyuka seni, putri pertama pasangan Ahmad Arif dan Ismiyah ini tidak menyia-nyiakan jaringan yang dimilikinya. Ia menimba ilmu, pengetahuan, dan pengalaman dari pelatihan serta praktisi yang mengajarinya.

“Awal produksi saya perlihatkan produk ke Klinik UMKM. Saya diberitahu kekurangan-kekurangan produk saya. Memang menyakitkan, tapi ternyata sangat bermanfaat untuk kualitas produk selanjutnya,” kenang Elita.

Gift box menjadi pilihan Elita karena modal dan pesaing yang sedikit. Tidak seperti usaha lain yang membutuhkan modal dana, selera seni, serta tenaga ekstra.

Pembuatan gift box lebih efisien karena tidak menggunakan listrik. Bahan yang diperlukan hanyalah kertas, lem, gunting, cutter, dan sebagainya. Terlebih, balik modal dalam usaha pembuatan kotak relatif lebih cepat. Bersama sang adik, Adhityaning Widyasari yang juga disapa Wiwid, Elita berhasil mendirikan dan mengembangkan usaha gift box-nya hingga saat ini.

Baca Juga konsultasi-adalah-kunci-suksesnya-menjual-batik-nurul-huda-surabaya/

“Dulu daripada merangkai parcel sendiri, saya memilih beli parcel jadi. Makanya teman-teman kaget saya bisa bikin kotak,” kata Elita sambil tertawa. Membuat kotak kemasan memang tidak bisa dilakukan sembarang orang. Kesalahan dalam mengukur berakibat kotak menjadi jelek. Elita yang mengaku bukan termasuk orang yang telaten pun banyak belajar membuat kotak yang rapi. Hingga saat ini, banyak pelanggan yang menyukai produk Ondo Mohen karena kerapian produknya.

Bisnis UKM Kreatif yang Simple , Kotak Hadiah

Bisnis UKM Kreatif yang Simple , Kotak Hadiah

Bisnis UKM Kreatif yang Simple , Kotak Hadiah  Selain kerapian, ketepatan waktu pengerjaan juga membuat para pelanggan kembali datang ke Ondo Mohen. Karena itulah demi menjaga kualitas, Elita tidak segan menolak pesanan ketika pesanan sedang penuh. Pasalnya, kualitas produk tidak akan terkontrol jika pengerjaannya terburu-buru. Dalam penjualannya, Elita mengandalkan pesanan dan konsinyasi ke ruang pamer milik Dinkop dan UMKM Jatim dan milik P3ED.

Besar Karena Pelanggan

Adagium ‘jangan menilai buku dari sampulnya’ kurang mengena jika diberlakukan dalam penjualan produk. Dalam pemasaran, packaging atau pengemasan produk menjadi salah satu faktor daya tarik pembeli. Itulah yang dibidik Elita dengan usaha kotak kemasannya.

Diakuinya, faktor yang membuat usahanya dapat bertahan lama adalah pelanggan. Pelanggan tidak hanya menjadi ‘sumber penghasilan’, melainkan juga menjadi sumber inspirasi dan inovasi dalam pembuatan kotak. Ketika menerima pesanan, ia mendengarkan kemauan pelanggan. Ia juga berupaya menanggapi masukan dan keluhan dari para pelanggan.

Gift box produksi Ondo Mohen

Dalam perjalanan usahanya, Elita pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan dengan pelanggan nakal. Pelanggan itu memesan 500 biji kotak dan menjanjikan DP (down payment) seminggu kemudian. Ternyata janji itu meleset. Sejak saat itu, untuk memastikan keseriusan pelanggan, ia mewajibkan pelanggan membayar down payment (uang muka) 50 persen dari total pesanan.

“Entah saudara atau teman, kalau pesan harus memberikan DP. Kalau tidak memberi DP, tidak akan dikerjakan,” tegas Elita yang juga menjadi UKM binaan Sampoerna ini.

Meski terbilang UKM lama, usaha yang berlokasi di daerah Ketabang Ngemplak ini jarang terpilih seleksi mengikuti pameran. Pasalnya, gift box tidak seperti aksesoris, batik, atau usaha kerajinan lain yang bisa menampakkan ciri khas. Pembuatan gift box yang cenderung mengikuti permintaan pelanggan juga membuat produk Ondo Mohen sulit dikenali secara sekilas. Walaupun produknya ‘tidak tampak’, namun produknya tetap dicari banyak orang. Seiring dengan diwajibkannya pemberian kemasan pada produk UKM, kotak kemasan Elita pun laris manis.

Baca Lagi perkembangan-bisnis-batik-sampang-di-tengah-semarak-hari-batik-dunia/

“Kami ‘kan siluman, tidak tampak tapi selalu dicari. Jadi, walaupun saya tidak pernah ekspor langsung, tapi kotak saya sudah ikut (produk yang dikirim) ke luar negeri,ha.. ha..” kata Elita bercanda.

Ia berargumen, ekspor bertujuan untuk menyasar negara yang berpenduduk banyak. Indonesia yang mempunyai banyak penduduk dan usaha kecil menengah sudah cukup baginya. Elita pun tidak terlalu berambisi melebarkan usahanya ke luar negeri. “Kalau UKM se-Surabaya dan Sidoarjo pesan ke kami, itu sangat mencukupi, tidak perlu ekspor,” tutur Elita.

Lebih Menghargai Uang

Jika dulu ketika menjadi karyawan menerima gaji bulanan, ketika menjadi pengusaha Elita bisa menerima penghasilan beberapa kali dalam sebulan. Meski lebih sering menerima penghasilan, hal ini malah membuat Elita lebih menghargai uang sesedikit apapun itu. Menjadi pengusaha juga membuat perempuan lebih berdaya dan memberikan manfaat bagi orang lain.

“Jadi karyawan kita rajin atau tidak kadang bos tidak tahu. Kalau jadi pengusaha ketika kita rajin akan dapat uang, kalau tidak rajin tidak dapat. Pembalasannya itu lebih kontan,” tutur Elita yang dibantu tim berjumlah total enam orang ini.
Untuk menjaga semangat dan mood dalam kondisi baik, keluarga dan tim lah yang menjadi penyemangat Elita. Ia bersyukur mempunyai keluarga yang sangat mendukung pekerjaannya dan bekerja bersama tim yang solid. Saat ini, omset yang diperoleh Ondo Mohen telah mencapai angka Rp 20 juta.

“Alhamdulillah bisa buat beli sabun sampai bisa menyewa rumah produksi,” ungkap Elita penuh syukur.

Untuk mengoptimalkan laba, Elita berpesan kepada pengusaha pemula untuk tidak meminjam kepada perbankan sebagai modal. Dulu di awal usaha Elita sempat meminjam kepada bank karena diberikan kemudahan. Dalam beberapa tahun, ia belum bisa menikmati hasil usahanya dan lebih terbebani dengan hutang bank. Ia mengatakan bahwa ada perhitungan khusus sebelum pengusaha memutuskan untuk meminjam dana kepada perbankan, salah satunya dengan memastikan laba bersih yang diperoleh minimal sama dengan suku bunga bank. Bisnis UKM Kreatif yang Simple , Kotak Hadiah 

Di akhir perbincangan, Elita berkeinginan untuk menciptakan produk yang lebih mempunyai ciri khas. Dirinya juga berkeinginan bisa membuat produk yang bisa dipamerkan di rumah produksinya. Ia berharap para pelaku UKM akan semakin sadar untuk memperbaiki kualitas pengemasannya, sehingga usaha gift box miliknya juga akan berkembang. (ulviyatun ni’mah)

  • Biodata:
    Nama : Elita Sari Anggraini
    TTL : Surabaya, 12 Oktober 1970
    Orangtua : Ahmad Arif – Ismiyah
    Pendidikan : SMAN 2 Surabaya
    Aktivitas : Pemilik usaha gift box “Ondo Mohen”
    Prestasi : Juara Pahlawan Ekonomi Surabaya tahun 2015

 

jasa seo dan internet marketing