Henky Eko Sriyantono Motivator Nyata Pengusaha Kuliner

jasa seo dan internet marketing

Henky Eko Sriyantono Motivator Nyata Pengusaha Kuliner | Bisnis kuliner memang tak ada matinya. Hal itu mungkin juga menjadi penyemangan lulusan teknik sipil ini untuk terjun ke bisnis kuliner. Kita semua tentu mengenal Bakso Cak Eko kan? Benar, lelaki bernama Henky Eko Sriyantono ini merupakan pemiliknya. Bagaimana Henky Eko Sriyantono bisa menjatuhkan hati pada bisnis kuliner? Dan bagaimana lika liku kehidupan Henky Eko Sriyantono? Simak ulasannya berikut ini.

Profil Henky Eko Sriyantono

Henky Eko Sriyantono lahir di Kota Pahlawan, Kota Surabaya pada 5 Mei 1974. Henky Eko Sriyantono merupakan pemilik tunggal bisnis Bakso Malang “Cak Eko”. Selain itu, Henky Eko Sriyantono juga telah melebarkan sayap di waralaba kuliner ayam dan bebek. Dari tahun 2007, Henky Eko Sriyantono menjadi Pemilik & Pendiri Waralaba Ayam & Bebek Goreng Sambel hingga saat ini. Selain itu Henky Eko Sriyantono juga menjadi Pemilik & Pendiri Waralaba Soto Ayam Kampoeng Jolali dari tahun 2006 hingga sekarang. Dan terbaru, tahun 2009 Henky Eko Sriyantono menjadi Pemilik dan Pendiri Waralaba Bakmi Jawa Jogya Mbah Tarmo.

Henky Eko Sriyantono tak memiliki basic dalam kuliner sama sekali. Henky Eko Sriyantono menempuh pendidikan tingginya di jurusan teknik sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada 1992 hingga 1996. Sedangkan Gelar Masternya didapat dari S2 Teknik Sipil Manajemen Proyek Universitas Indonesia tahun 2001 hingga 2003. Saat ini Henky Eko Sriyantono telah menetap di Jl. Raya Hankam Jatiwarna, Jati Melati, Bekasi, Jawa Barat sesambil terus mengurusi bisnisnya.

Selain berkarir di bidang kuliner, Henky Eko Sriyantono juga menjadi seorang penulis yang telah menelurkan banyak karya. Beberapa bukunya yang terkenal adalah Resep Paling Manjur Menjadi Karyawan Kaya Raya yang diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo pada Oktober 2007, kedua buku berjudul 15 Jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan yang juga diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo pada 2 Juli 2008. Ditahun yang sama, tepatnya 22 Oktober 2008 bukunya diterbitkan oleh Elexmedia Komputindo berjudul Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha. Selang 2 bulan, pada 22 Desember 2008 bukunya yang berjudul The Cak Eko Way, Kiat Menggapai Kesuksesan Bisnis Bermodal Tekad & Sedekah juga terbit.

Henky Eko Sriyantono Motivator Nyata Pengusaha Kuliner , Motto ‘Vita militia est’ yang berarti hidup adalah perjuangan layak disematkan pada pria yang telah mendapat banyak prestasi dan penghargaan tersebut. Beberapa diantaranya adalah Indonesian Innovative Creative Award 2007 dari Menteri Koperasi & UKM, Menakertrans & Menperin pada tahun 2007; Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award dari Menkop & UKM tahun 2007; Pernenang I Bisnis Indonesia Young Entrepreneur Award tahun 2008; The Best in Business Prospect Indonesia Franchise tahun 2008; dan masih ditahun yang sama Henky Eko Sriyantono menjadi Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri kategori Mahasiswa Program Pascasarjana dan Alumni.

Karir Henky Eko Sriyantono

Lika liku karir Henky Eko Sriyantono patut kita jadikan bahan motivasi dan renungan agar kita juga dapat sukses. Selepas menyelesaikan gelar sarjananya, Henky Eko Sriyantono merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan kontraktor BUMN, antara tahun 1996-1997. Henky Eko Sriyantonopun pindah ke Jakarta pada tahun 1997 tersebut, ia masih kost saat itu. Bermula dari kehidupannya di Jakarta itulah, ia mulai memikirkan untuk berkiprah di jalur bisnis. Langkah awalnya adalah jual beli handphone second. Walau hanya bertahan dalam kurun waktu 8 bulan, namun diakui Henky Eko Sriyantono bahwa ia mendapat pengalaman berharga tentang bisnis. Dirinya seperti di tempa oleh pengalaman konkret dalam berbisnis.

Bisnis kedua, Henky Eko Sriyantono menjajal kemampuannya di bisnis MLM alias Multi Level Marketing. Dan lagi-lagi hanya berumur bulanan. 5 bulan ia memutuskan keluar dari bisnis tersebut karena tak memiliki downline. Ketiga, Henky Eko Sriyantono bekerjasama dengan temannya untuk budidaya jahe gajah, namun mereka gagal panen dan merugi. Keempat, Henky Eko Sriyantono memutuskan untuk berbisnis dompet dan tas. Kala itu ia menjual dompet dan tas yang diproduksi dari Tanggulangin, Sidoarjo. Dan ia berhasil memasukkan produk-produk tersebut ke sejumlah butik di mal di Jakarta, namun sayang, ia kesulitan menjaga cash flow, bisnis ini bertahan setahun saja. Setelah bisnis itu, Henky Eko Sriyantono menjajal bisnis di bidang penjualan busana muslim, dan hanya bertahan 8 bulan.

Henky Eko Sriyantono

Henky Eko Sriyantono

Tahun 2002, Henky Eko Sriyantono pergi ke Jogja, dan dari sana minat bisnisnya kembali terkuak setelah melihat kerajinan miniatur sepeda. Namun lagi-lagi ia salah strategi, bisnis ini bertahan satu tahun dan pungkasannya Henky Eko Sriyantono harus menjual mesin las untuk membayar karyawan.

Henky Eko Sriyantono pun sempat kalang kabut dengan kegagalannya. Setelah itu ia mendapatkan kalimat dari dalam buku yang ia baca, ‘jika ingin sukses berbisnis mulailah dari hobi’. Henky Eko Sriyantonopun berfikir bahwa hobinya adalah masak, berarti ia harus coba bisnis makanan. Henky Eko Sriyantonopun segera membuka bisnis catering. Ia memiliki 12 langganan, namun setelah tiga bulan hanya tersisa tiga pelanggan. Iapun menutup bisnis itu dengan perasaan frustasi.

Henky Eko Sriyantono kembali memutar otak, pilihannya jatuh pada bisnis franchise. Henky Eko Sriyantono membeli franchise makanan ringan yang saat itu seharga 5 juta. Alhamdulillah, selama 3 bulan omset terus naik, namun bulan keempat omset merosot. Iapun memindahkan lapaknya karena berfikir mungkin tempatnya kurang strategis. Dalam setahun Henky Eko Sriyantono memindahkan lapaknya hingga 3 kali, namun tak ada perubahan. Akhirnya kandas pula bisnis makanan ringan ini.

Tahun 2005, Henky Eko Sriyantono melihat outlet bakso di bandara. Dan dari sanalah semangat bisnisnya kembali. Henky Eko Sriyantono rajin mencari info tentang bakso. Berbulan bulan lamanya, Henky Eko Sriyantono mempelajari dunia perbaksoan. Dengan modal awal 2,5 juta Henky Eko Sriyantono membuka Bakso Malang. Mungkin beginilah takdir, dihari pertama Henky Eko Sriyantono memperroleh omset hampir sepertiga dari modalnya, sekitar 900 ribu rupiah. Omsetnya terus menerus menunjukkan keberhasilan dalam berbisnis, iapun dapat membuka cabang. Hingga saat ini, Henky Eko Sriyantono memiliki lebih dari 100 cabang di Indonesia, beberapa miliknya sendiri, beberapa menggunakan sistem franchise. Frinchise yang ia tawarkan beragam, mulai dari harga 60 juta hingga 120 juta.

Begitulah lika liku perjalanan bisnis Henky Eko Sriyantono. Ia gagal lalu bangkit, gagal lalu bangkit dan hingga 10 kali gagal ia tetap melakoni dunia bisnis hingga akhirnya bisa sesukses sekarang ini. Omset yang ia terima setiap bulannya adalah jutaan rupiah. Henky Eko Sriyantono mengakui bahwa dukungan sang istri juga berpengaruh. Ia mengatakan bahwa istrinya tahu bagaimana komitmen Henky terhadap usaha sehingga pada saat melakukan usaha bakso, mindset bisnisnya sudah terbentuk. Mulai dari bagaimana Henky tetap berjuang untuk meyakinkan bahwa pintu kesuksesan tinggal satu langkah lagi. Henky selalu meyakinkan istrinya. Akhirnya pada saat Henky buka usaha bakso, kerangka pemikiran sang istri sudah terbentuk untuk berwirausaha, Henky Eko Sriyantono Motivator Nyata Pengusaha Kuliner.

jasa seo dan internet marketing