Usaha Penjual Siomay Sekolahkan Anak S3 di Belanda

bisnisumkmonline.comUsaha Penjual Siomay Sekolahkan Anak S3 di Belanda | Mempunyai pendidikan tinggi serta dapat bermanfaat untuk bangsa serta negara pasti yaitu yang diimpikan kebanyakan orang.

Terutama untuk orangtua, mereka tentu mempunyai harapan anaknya nantinya mempunyai pendidikan yang tinggi, atau sekurang-kurangnya mesti tambah baik dari mereka.

Tidak kecuali untuk pasangan suami istri Miftahuddin serta Marmina, pedagang siomay asal Parepare Sulawesi Selatan ini. Mulai sejak dahulu, mereka senantiasa memiliki hasrat supaya anaknya lebih berhasil daripada mereka berdua.

Walau cuma seseorang pedagang bakso serta siomay keliling , mereka tidak sangsi untuk mempunyai harapan tinggi pada pendidikan anaknya. Lantas bagaimana perjuangan Miftahuddin serta Marmina untuk membiayai anaknya kuliah, bagaimana juga Yassaroh putrinya sukses meniti pendidikan S3 di Belanda, simak cerita sedetailnya berikut ini.

Perjuangan Miftahuddin serta Marmina Membesarkan Anak

Keluarga Miftahudin tidaklah keluarga mapan dengan gelimang harta yang elegan. Cuma seseorang pedagang bakso serta siomay keliling pasti tidaklah pekerjaan yang mempunyai pendapatan tidak kecil.

Miftahudin serta istrinya membesarkan serta mendidik anak-anaknya di satu tempat tinggal panggung tidak besar di Jalan Guru M Amin, Parepare/Sulawesi Selatan. Istri Miftahudin sehari-hari berjualan bakso serta nasi goreng di warung tidak besar kepunyaannya manfaat menolong Miftahudin untuk memberi pemasukan.

Mereka tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang mereka hadapi, malah mereka senantiasa berusaha keras untuk meraih harapan mereka menyekolahkan anaknya setinggi-tingginya. Dengan usaha keras tidak kenal capek, membawa mereka pada keberhasilan anak putrinya yang saat ini sukses meniti perguruan tinggi. Bahkan juga bukanlah di Indonesia, tetapi putrinya bakal merampungkan program S3 nya di Belanda.

Artikel lain : macam-bisnis-rumahan-bawang-goreng-dari-yogyakarta/

Perjalanan Pendidikan Yassaroh Putri Miftahuddin serta Marmina

Terlahir sebagai anak seseorang pedagang siomay dengan keadaan ekonomi yang tidaklah terlalu dapat, tak bikin Yassaroh berkecil hati. Demikian sebaliknya, Yassaroh yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 23 Mei 1991 ini senantiasa bersukur lantaran usahanya senantiasa diberikan keringanan. Yassaroh yaitu gadis cerdas yang senantiasa mencapai juara di sekolahnya.

Usaha Penjual Siomay Sekolahkan Anak S3 di Belanda Sejak meniti pendidikan mulai sejak tidak besar sampai remaja yang ia butuhkan di Parepare, Yassaroh senantiasa memperoleh prestasi di sekolahnya. Pendidikannya di Parepare ia kerjakan pada th. 2002 waktu lalu hingga pada tahap SMA. Sesudah lulus SMA, lalu Yassaroh meneruskan pendidikannya di perguruan tinggi serta masuk Fakulas MIPA Kampus Negeri Makassar. Di tahap S1, Yassaroh sukses lulus dengan indek prestasi komulatif (IPK) 3, 97.

Tidak ingin tidak bergerak di situ saja, Yassaroh lalu meneruskan studinya dengan meneruskan S2 atau program pasca sarjana di Institut Tehnologi Bandung (ITB). Di ITB, prestasi yang dicapai Yassaroh juga begitu cemerlang, ia dapat mencapai IPK 3, 88, serta bahkan juga Yassaroh sempat juga ke Jepang dalam rencana program pertukaran mahasiswa.

Yassaroh Banyak Memperoleh Beasiswa

Dengan beragam prestasi akademik yang dapat dicapai holeh Yassaroh, bikin banyak instansi yang tawarkan bea siswa padanya. Baik waktu merampungkan kuliah di Makassar ataupun di Bandung, tawaran bea siswa senantiasa datang pada Yassaroh, misalnya dari BRI serta PT Pertamina.

Pada akhirnya, perjalanan pendidikan Yassaroh saat ini bakal diteruskan di Belanda dengan kuliah strata 3 bagian pengetahuan kimia di perguruan paling tinggi terkenal di Belanda, Kampus Groningen. Program kuliah S3 ini gagasannya bakal diawali pada bln. Juni yang akan datang.

Yassaroh memperoleh bea siswa dari Instansi Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), satu instansi pendidikan yang memanglah concern pada memberi fasilitas untuk mahasiswa yang menginginkan meniti kuliah di Belanda.

Baca juga : soto-kalkulator-bisnis-rumahan-yang-menjanjikan/

Walau saat ini Yassaroh termasuk juga anak yang berhasil dengan pendidikannya, tetapi ia tetaplah ingat dengan apa yang dikerjakan oleh ke-2 orang tuanya yakni Miftahuddin serta Marmina. Ia terasa apa yang diraih sekarang ini yaitu karena dorongan kuat ke-2 orang tuanya, ia senantiasa terasa kalau pencapaiannya sekalipun tak sepadan dengan perjuangan yang telah dikerjakan oleh ke-2 orang tuanya.

“Apa yang saya raih sekarang ini belum sepadan dengan jerih payah orang tuaku, ” tutur Yassaroh.

Yassaroh sendiri lalu menyatakan kalau ia berjanji bakal kembali pada Indonesia sesudah memperoleh gelar Phd nya. Ia menginginkan mengabdikan diri di negaranya dengan pengetahuan yang telah ia peroleh, diluar itu ia juga mengharapkan apa yang ia kerjakan dapat jadi ide untuk rekan-rekan nya yang lain yang masihlah muda.h

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *