Bisnis Sewa Properti Ala Travelio

Satu lagi start up karya anak bangsa yang memiliki potensi menjanjikan di tahun-tahun mendatang. Ialah travelio.com, sebuah platform online yang fokus di bisnis sewa properti baik rumah, apartemen hingga villa. Bukan sekedar agen perjalanan, Travelio menawarkan jasa sewa properti yang tak hanya dalam hitungan hari namun juga bulan bahkan tahunan.
Didirikan tahun 2015 lalu, Travelio diprakarsai oleh Christina Suriadjaya bersama dua orang temannya. Ia menjabat sebagai Co-founder sekaligus Chief Strategy Officer Travelio. Meski terbilang baru, platform tersebut telah membuka pelayanan lebih dari 3 ribu properti di 25 kota di tanah air. Perkembangan tersebut terbilang sangat cepat untuk ukuran bisnis start up digital.
“Saat ini kami telah memiliki 3 ribu properti di 25 kota di seluruh Indonesia. Kami menargetkan melipat gandakan inventaris di tahun 2018. Sebagian besar propertinya terpusat di Jakarta, namun kami berencana untuk menambahkan lebih banyak inventaris di kota-kota seperti Surabaya dan Bandung,” kata Christina, dilansir swa.co.id
Travelio memiliki target pasar dari dalam negeri maupun warga asing. Dalam persentase, Travelio menargetkan pasar sebesar 80 persen domestik dan 20 persen internasional. Dijelaskan Christina, Travelio berbeda dari agen perjalanan pada umumnya. Pasalnya, para pelanggan travelio menggunakan jasa menginap hingga sepekan bahkan sebulan lamanya.
Tak hanya itu, penginapan yang ditawarkan Travelio pun sebagian besar dapat menampung banyak orang. Penginapan jenis inilah yang paling populer. Dapat menampung lebih dari tiga orang, Travelio menyediakan vila, apartemen dan rumah. “Ruang yang lebih luas, pribadi, dan akses transportasi yang strategis menjadi keunggulan yang diberikan kepada pelanggan untuk tinggal lebih lama,” ujarnya.
Demi membangun dan membesarkan Travelio, banyak yang dikorbankan Christina dan kedua temannya. Tak hanya pikiran dan tenaga, namun juga harta. Bermodalkan uang pribadi, ketiganya membangun platform tersebut. Namun semua itu tak sia-sia. Kini tak sedikit investor yang menawarkan bantuan untuk mengembangkan bisnis sewa properti tersebut.
 
Pemasaran Digital dan Tradisional
Christina menjelaskan, pemasaran bisnis yang dilakukan Travelio sangat beragam, baik secara tradisional maupun digital. Untuk pemasaran tradisional, Travelio menargetkan pasar konsumen penyewa rumah atau real estate dengan jangka panjang. Adapun pemasaran digital untuk meraih pelanggan yang menyewa jangka pendek.
“Pemasaran dengan cara tradisional dilakukan melalui iklan, komunitas, atau pameran untuk menjaring konsumen sewa bulanan. Saluran pemasaran digital yang kami lakukan untuk menarik konsumen penyewa jangka pendek yang memiliki nilai kuantitasnya lebih besar,” jelas Christina yang pernah meraih penghargaan EY Next Gen Award Winner 2017 tersebut.
Untuk pemasaran bisnis Travelio, Christina dan timnya juga menjalin kerja sama dengan beberapa platform penyedia jasa travel. Dengannya, ia menargetkan adanya peningkatan jumlah pelanggan. “Kami juga memiliki kemitraan strategis dengan TripAdvisor dan Tuniu.com,” jelasnya.
 
Suntikan Modal
Prospek positif Travelio dilirik oleh banyak investor. Tawaran modal berdatangan tak hanya datang dari investor dalam negeri, melainkan juga dari Tiongkok dan Singapura. “Kami telah mengumpulkan lebih dari USD 2 juta dalam dua putaran pembiayaan melalui Venture Capitalists, Corporates and Angels di Asia Pasifik,” kata Christina.
Gadis berusia 23 tahun tersebut mengatakan, pihaknya mengumpulkan dana eksternal dari beberapa pemodal baik ventura, korporat dan investor. “Investor utama Travelio adalah Gobi Partners, dana pengelolaan modal usaha yang berbasis di Shanghai yang diinvestasikan oleh perusahaan seperti Alibaba Group, Kazanah Fund dan Unilever,” ungkapnya.
Dengan banyaknya modal dari investor, Travelio pun berhasil mengembangkan bisnis terutama dalam hal sumber daya dan network. Di tahun 2018, Travelio pun membuat target untuk meningkatkan pembiayaan. Dengannya, Travelio ingin menjadi platform sewa terbesar di Indonesia.
 
Baca juga
Editor’s Choice
350 Daftar Waralaba Dan Franchise Mulai Dari 1 Juta sd 1 Milyar
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
Panduan Bisnis Online Terlengkap
 
 
“Dengan 200.000 perumahan residensial kosong di Jabodetabek, saya berharap dapat mengubah bentuk pasar properti residensial melalui sebuah gagasan, yaitu dengan mengurangi ide untuk memiliki rumah sendiri. Saya ingin membentuk stigma masyarakat menengah agar tidak perlu lagi membeli rumah, karena akan  banyak properti yang tersedia untuk disewa dari Travelio di seluruh Indonesia sebagai rumah mereka,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page