Bisnis Tanaman Janda Bolong

Bisnis UMKM ONline – Bisnis Tanaman Janda Bolong , Sektor Agribisnis Indonesia sedang jadi Primadona Dunia karena Kedatangan ‘Janda Bolong’ Berharga Tinggi

Indonesia yang didapuk sebagai negara tropis ternyata cukup dipandang oleh dunia dari sektor agribisnis. Bagaimana tidak? Beragam jenis tanaman dengan segala keunikannya ada di sini.

Salah satu yang sedang menjadi primadona di dunia agribisnis Indonesia adalah tanaman dari keluarga Anthurium yang diberi nama Janda Bolong.

Selain dikenal dengan sebutan Janda Bolong, orang juga mengenalnya sebagai Monstera. Ketenaran tanaman dengan nama unik tersebut tak sebatas hanya di Indonesia, namun juga sudah merambah ke kancah Internasional.

Walaupun kata “Janda” merujuk pada seorang perempuan yang telah ditinggalkan, namun Janda Bolong justru sebaliknya. Keberadaannya menjadi semakin digandrungi pecinta tanaman dunia.

Sebenarnya Janda Bolong berasal dari hutan Amerika Latin, tanaman tersebut merupakan spesies yang tumbuh liar di sana. Jenisnya pun beragam, ada Monstera variegata, Monstera obliqua, Monstera deliciosa dan Monstera mint.


Bagi pecinta tanaman dan pengamat agribisnis dunia, Monstera atau Janda Bolong tentu bukanlah spesies tumbuhan yang asing lagi.

Bisnis Tanaman Janda Bolong
Bisnis Tanaman Janda Bolong

Secara penampilan, Janda Bolong memiliki ciri morfologi yang hampir sama dengan tanaman Kuping Gajah. Hanya saja Janda Bolong memiliki lubang pada tengah – tengah daunnya yang menjadi cikal bakal dari penamaan tanaman tersebut.

Bolong sendiri merupakan Bahasa Jawa yang memiliki makna berlubang. Lubang pada daunnya itulah yang menjadi alasan mengapa memakai nama “Bolong” di bagian akhir sebutan tumbuhan ini. Daun Janda Bolong selain berlubang juga lebih tipis jika dibandingkan dengan Kuping Gajah.

Janda Bolong menjadi komoditi agribisnis yang cukup diminati pada tahun 2022 ini. Meskipun memiliki ukuran yang mungil namun harganya tidak bisa disepelekan.

Spesies Janda Bolong dikenal memiliki harga yang mahal karena sedang trend sejak tahun 2020 hingga 2022 saat ini. Semahal apa Monstera di Indonesia dan sebagus apa prospek Janda Bolong dalam dunia agribisnis?

Menurut Survey dari sejumlah marketplace di Indonesia pada tahun 2022 ini, harga Janda Bolong yang paling murah  adalah Rp. 650.000 dengan jumlah daun tiga helai. Untuk ukuran yang lebih besar dengan jumlah daun yang lebih banyak, tanaman tersebut bisa menembus angka Rp. 100.000.000.

Janda Bolong yang dihargai seratus juta rupiah merupakan tanaman yang sudah dalam bentuk pohon dengan daun yang rimbun.

Pada tahun 2020 lalu, setangkai Janda Bolong bahkan dihargai Rp. 10.000.000.

Sangat menggiurkan bukan?

Meskipun sudah mengalami penurunan harga yang lumayan jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu, prospek bisnis menjual Janda Bolong bisa dikatakan masih sangat bagus untuk tahun 2022.

Apalagi harga Janda Bolong yang tergolong tinggi di Indonesia masih bisa naik apabila dijual secara ekspor.

Namun, ada kendala yang cukup serius jika Monstera dibungkus dalam sebuah kotak tertutup di kantor ekspedisi selama berhari – hari, yakni daunnya yang bisa layu dan menguning dengan cepat jika tidak terkena sinar matahari.

Lalu sebenarnya apa yang membuat Janda Bolong dijual dengan harga mahal dan tetap laku terjual?

Bisnis Tanaman Janda Bolong
Bisnis Tanaman Janda Bolong

Janda Bolong dapat dihargai mahal karena bentuknya yang memiliki nilai estetika (keindahan) tinggi.

Janda bolong pun sebenarnya tidak hanya berwarna hijau seperti yang banyak beredar di pasaran. Ada jenis yang memiliki dua warna dalam satu daun. Tak heran jika harganya begitu tinggi untuk ukuran tanaman hias.

Akibatnya hanya orang – orang dengan kalangan menengah ke atas saja yang memenuhi halaman rumahnya dengan tanaman Monstera.

Janda Bolong seolah memiliki penggemarnya sendiri. Dunia agribisnis menjadi semakin maju akibat kedatangan primadona satu ini.

Tren menanam Janda Bolong di depan rumah menjadi hal yang menaikkan gengsi bagi pemilik tanaman Monstera akibat harganya yang cukup mahal.

Merawat Janda Bolong juga tidak membutuhkan perawatan yang sulit. Tanaman ini hanya memerlukan sinar matahari yang cukup dan tanah yang agak basah.

Janda Bolong hanya perlu disiram satu sampai dua kali dalam seminggu, tidak perlu setiap hari. Hal itu merupakan keistimewaan yang dimiliki tumbuhan satu ini.

Selain itu, Janda Bolong merupakan tanaman yang tahan hama alias tidak mudah terserang penyakit walaupun tanpa diberikan semprotan pestisida.

baca juga

Kemudahan perawatan yang tidak memerlukan perhatian khusus ini juga menjadi poin penting yang menjadi nilai plus ketika ingin menjadikannya sebagai lahan bisnis.

Perawatan sederhana membuat pelaku agribisnis bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari hasil penjualan Janda Bolong. Berbeda dengan perawatan cabai yang memakan banyak biaya.

Estimasi biaya perawatan Janda Bolong tidak lebih dari Rp. 100.000 dalam sebulan. Sedangkan harga jualnya bisa berkali – kali lipat.

Hal inilah yang menjadikan Janda Bolong primadona bagi para pengusaha agribisnis. Biaya perawatannya kecil, keuntungannya maksimal.

Hal itu dibuktikan sendiri oleh seorang guru di Jawa Tengah yang bernama Nano Priyanto. Dia menyibukkan diri di sela kesibukan mengajarnya dengan menanam Janda Bolong dan memasarkannya dari mulut ke mulut.

Bisnis Tanaman Janda Bolong
Bisnis Tanaman Janda Bolong

Menurut penuturan Nano, dalam satu bulan dia bisa mengantongi keuntungan bersih dari hasil penjualan Janda Bolong hingga puluhan juta rupiah. Padahal dirinya hanya memasarkannya secara langsung (offline).

Setelah mengetahui jika Janda Bolong laku keras meskipun dengan pemasaran tradisional, Nano mulai merambah ke dunia online dalam memasarkan Janda Bolong yang dijualnya.

Alhasil, dia mendapatkan banyak pembeli bukan hanya dari warga di sekitar tempat tinggalnya saja melainkan dari luar daerah, luar kota hingga ke luar negeri.

Startegy Pemasaran

Strategi pemasaran Janda Bolong atau Monstera tersebut disadari oleh Nano. Selain menjualnya secara langsung ke pembeli, Janda Bolong bisa dipasarkan secara online.

Banyak platform digital yang mewadahi penjualan tanaman, baik platform lokal maupun asing.

Di era digital seperti saat ini, memasarkan Janda Bolong sudah bukan perkara yang sulit. Pasalnya tinggal mengunggah fotonya ke media sosial dan marketplace pun bisa membuat orang yang jauh dari tempat tinggal kita ikut dapat melihatnya.

Beberapa website penjualan (marketplace) yang terkenal seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan Bukalapak telah memberikan wadah bagi para pelaku usaha agribisnis Indonesia untuk memasarkan produknya.

Dengan membuat sebuah akun di marketplace lokal tersebut, penjual dapat memasarkan Janda Bolong ke seluruh penjuru tanah air.

Adapun jenis website khusus untuk menjual barang yang dapat menjangkau pembeli di seluruh dunia seperti e-Bay dan Amazon.

Bahkan sebetulnya tanpa mendaftar pada website tersebut, pemasaran tanaman Janda Bolong masih bisa mengandalkan sosial media seperti TikTok, Facebook dan Instagram.

Beberapa media sosial tersebut telah memberikan fasilitas iklan berbayar yang mampu menaikkan jangkauan pemirsa sehingga akan semakin banyak orang yang melihat konten promosi milik penjual.

Dengan begitu potensi terjualnya Janda Bolong sebagai barang yang diperdagangkan akan semakin besar.

Kemudahan bisnis di era digital seperti saat ini adalah merupakan privilege bagi generasi saat ini. Kuncinya adalah dengan melek teknologi dan selalu belajar untuk mengenal hal baru.

Leave a Comment

error: Content is protected !!