Bisnis Tas Kain Perca

bisnis kopi 6

bisnisumkmonline.com – Menjadi pengusaha artinya siap untuk mengambil peluang sekecil apapun dari ide atau hal yang tidak terduga.

Seperti misalnya apa yang dilakukan oleh Leony Nelwan ketika memulai usaha tote bag yang sedang ngetrend di kalangan milenial.

Berawal dari sebuah kreativitas yang berbaur dengan ketidaksengajaan, Leony berhasil memberi nilai lebih kepada tote bag buatannya dengan tambahan kain perca sisa.

Ide bisnis memakai kain perca sendiri berawal dari kegemarannya menambahkan kain perca kepada celana buatannya.

Berkat permintaan temannya untuk menambal pakaian dengan kain perca menggunakan teknik Sashiko, ia pun terinpirasi untuk membuat produk dengan teknik yang sama.

Bertumpu pada Kemampuan Menjahit

Sashiko adalah teknik menjahit ala Jepang yang sudah dipraktekkan sejak tahun 1600-an silam.

Teknik ini sendiri dimaksudkan untuk memberikan tambahan kain kepada pakaian yang sudah usang dengan berbagai motif tradisional.

Pada masa lampau, Sashiko lazimnya dilakukan hanya dengan kain berwarna biru dengan benang kapas berwarna putih.

Leony Nelwan mengaku pada awalnya hanya menjadikan kegiatan menjahit dengan teknik Sashiko sebagai kegemaran belaka.

Ia pun banyak menerima permintaan yang untuk mengaplikasikan teknik ini kepada barang-barang milik temannya dan menjadikannya pekerjaan sampingan.

Namun rumitnya teknik Sashiko  menjadikannya kewalahan untuk melayani pekerjaan menjahit Sashiko.

Bisnis Tas Kain Perca Leony Nelwan, Berawal dari Keisengan Menjahit Celana Bekas

Leony harus berterima kasih kepada salah seorang temannya yang menyarankan untuk membuat produk sendiri alih-alih menerima pesanan menjahit.

Alasan utamanya adalah Leony dapat mengembangkan varian motif sendiri dan lebih memiliki fleksibilitas waktu dalam melakukan pengerjaan.

Selain itu produk tersebut juga tentunya dapat langsung dipasarkan alih-alih hanya menjahit untuk orang lain.

Tanpa pikir panjang, Leony pun mengambil ide tersebut karena tidak banyak orang mau menekuni produk jahitan ala Sashiko.

Untuk memulai bisnis ini , Leony tidak sampai harus memerlukan modal yang teramat besar

Selain mengandalkan kemampuan menjahitnya, Leony hanya mengeluarkan modal sebesar 3 juta rupiah yang digunakan untuk mendapatkan alat-alat produksi.

Sementara kain perca hasil sisa produksi sebagai bahan baku justru didapat dari bahan-bahan sisa produksi pabrik.

Hasilnya  selain mampu memproduksi tote bag yang modis, Leony juga mampu menyulap kain perca menjadi slingbag dan clutch bag.

baca juga kategory

Berkah Momentum Diet Plastik

Untuk mendapatkan perhatian pasar, suatu produk harus mampu memanfaatkan momentum yang tepat.

Bagi industri tas berbahan kain perca, salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan adalah menguatnya wacana diet plastik.

Wacana diet plastik dimaksudkan oleh pemerintah untuk mengurangi laju volume sampah hasil dari aktivitas rumah tangga. Melalui beleid, pemerintah sudah menetapkan kantong plastik wajib dikenakan biaya sebagai upaya pengurangan sampah plastik.

Dengan adanya pengenaan kantong plastik berbayar, ada potensi bahwa masyarakat akan beralih menggunakan tas ramah lingkungan termasuk yang berbahan kain perca.

Salah satu hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan momentum ini adalah bagaimana para pelaku industri tas kain perca menyiapkan strategi pengenalan kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan oleh pengusaha UKM Kain Perca Pelangi Nusa yang banyak menyiapkan banyak motif untuk menarik pelanggan di awal momentum wacana diet plastik.

Sejauh ini pengaruh konkret yang didapat oleh salah satu pelaku usaha kain perca ini adalah kenaikan penjualan hingga mencapai 300 buah perbulan.

baca juga

Sudah Menjadi Bahan Berkelas

Tidak hanya dapat menjadi tote bag ataupun tas dalam bentuk lainnya, kain perca juga dapat masuk hingga ke acara Fashion Show.

Adalah Lenny Agustin seorang perancang busana yang “nekat” menggunakan kain perca sebagai bahan busana buatannya.

Karya yang dijelaskan panjang lebar dalam buku Java Doll ini banyak memadukan motif khas kain perca dengan kain tradisional seperti batik dan lurik,

Bahkan tak segan-segan Lenny mengerahkan usaha ekstra demi mengolah kain perca agar sesuai dengan busana keinginannya.

Lenny sampai harus rela melakukan pengerjaan mulai dari pemotongan, pengisian kain perca dengan sumbu kompor hingga dijahit untuk mendapatkan motif yang unik. Dengan aksesoris kain perca tersebut, Lenny akhirnya menghasilkan sebuah kebaya dengan kombinasi gaya pakaian cheongsam dan rok yang juga terbuat dari kain perca.

Lenny menganggap bahwa sejatinya kain perca dapat berperan banyak dalam membentuk industri mode di Indonesia karena keberadaannya yang melimpah.

Sarat dengan Nilal Pemberdayaan Masyarakat

Pemanfaatkan kain perca dari bentuk limbah menjadi barang industri yang bernilai ekonomi telah menjadi ujung tombak dari pemberdayaan masyarakat.

Pertamina melalui salah satu unit usahanya Pertamina-Petrochina joint Body East Java melaksanakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dengan memberdayakan masyarakat sekitar wilayah pengeboran

Para Warga mulanya diberi edukasi mengenai manfaat dan nilai ekonomi dari kain perca yang selama ini banyak dibuang saja oleh warga.

baca juga

Bersama dengan sekitar 20 orang warga setempat, para pelaksana kegiatan memberi pelatihan pemanfaatan kain perca yang akan dimanfaatkan menjadi baju, tas , hingga perabotan rumah.

Hasilnya para warga mampu menghasilkan produk produk seperti sarung bantal, sarung guling, seprai dan tutup galon yang bisa dijadikan sumber penghasilan.

Barang-barang ini kemudian akan diarahkan untuk masuk ke pasar-pasar ekspor seperti Thailand, Jepang, dan Australia oleh komunitas Pelangi Nusantara.

Selain itu  industri berbasis kerajinan seperti industri kain perca yang merupakan industri padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja.

Di Lampung misalnya, warga desa Pekon Sukamulya di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung sangat menggantungkan harapannya kepada industri berbasis kain perca demi lahan pekerjaan.

Ketika dijabarkan dengan angka, maka persentase penduduk pekerja industri tas kain perca berbanding jumlah penduduk mencapai angka 36,67% atau sekitar 361 orang.

You May Also Like
Read More

koinworks

Undercover.co.id – Teknologi keuangan atau yang disebut fintech (financial technology) semakin berkembang pesat. Sebenarnya, fintech bisa mencakup segala…