Bisnis UKM Puyo Silky Dessert 

Belajar Bahasa Inggris Untuk Kaum Milenial

Hanya berjualan pudding, omzet yang diperoleh sekitar Rp.1 Miliar perbulan, itulah Puyo silky Dessert yang didirikan dan dikelola oleh dua kakak beradik, Adrian Christoper Agus dan Eugene Patricia Agus.
 
Kesuksesan dari bisnis pudding ini layak untuk diapresiasi karena harus bersaing ketat dengan bisnis kuliner yang lain utamanya dari jenis dessert.
 
Dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan produk dessert dengan bermacam brand dari jenis bubble drink, cake, es krim, es campur serta yang lain. Tidak heran jika persainganpun sedemikian ketat dalam merebut pasar.
 

Ini Rahasia Puyo Silky Dessert  Sehingga Disukai Penggemar Pudding

 
Bisnis pudding yang diluncurkan dua bersaudara berawal dari ketidaksengajaan. Pada suatu ketika, ayah mereka yang memiliki hobi memasak membuatkan mereka kreasi pudding. Saat dicoba ternyata enak dan langsung terbersit ide dalam benak mereka untuk membuka bisnis pudding.
 
Dimulailah bisnis tersebut dengan serangkaian eksperimen hingga akhirnya terciptalah Puyo. Awalnya kreasi soft pudding tersebut hanya dipasarkan kepada saudara dan kerabat saja. Tapi begitu melihat tanggapan positif dari mereka yang mencicipinya, Adrian dan Eugene mulai menjual produknya lewat media sosial Instagram.
 
Modal untuk membuka usaha tersebut mereka dapat dengan meminjam dari orangtuanya sebesar Rp.5 juta yang digunakan untuk membeli almari es dan bahan-bahan pembuat pudding.
 
Tidak disangka, strategi pemasaran secara online tersebut sukses dan mendatangkan keuntungan yang besar. Sehingga pada  bulan Oktober 2013, mereka memutuskan untuk menyewa space di Living World Alam Sutra dan mendirikan booth Puyo silky Dessert.
 
Menu pudding yang dijual di booth tersebut masih sama dengan yang ditawarkan melalui Instagram, yaitu pudding dengan berbagai macam warna dan beraneka rasa, seperti bubble gum, strawberry, tea, banana green, chocolate, taro, hazelnut dan mango yang dijual seharga Rp.12.500.
 
Selain itu mereka juga menghadirkan menu baru yaitu Puyo Silky Drink dengan berbagai pilihan rasa seperti iced latte, blue citrus dan milky strawberry.
 
Pudding warna-warni dengan tekstur yang lembut tersebut ternyata menarik banyak konsumen. Hal itulah yang membuat Puyo silky Dessert menambah satu booth lagi di Gandaria City.
 
Tidak disangka permintaan pasar melebihi ekspektasi mereka. Sehingga penjualan tidak hanya dilakukan melalui dua booth yang ada tapi juga melalui sistem reseller, sehingga pudding mereka pun tersebar di restoran-restoran ternama yang ada di Jabodetabek.
 
Saat ini Puyo silky Dessert memiliki 34 outlet dengan omzet perbulan sekitar Rp.1 miliar. Angka yang tidak sedikit untuk sebuah bisnis yang hanya menjual pudding.
 

Kunci Sukses Puyo silky Dessert

 
Ada sejumlah faktor yang membuat Puyo silky Dessert menuai sukses di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner. Salah satunya adalah kreasi pudding yang ditampilkan dengan corak warna-warni sehingga menarik perhatian kaum muda yang menjadi target pasar.
 
Bentuk produk yang menarik tersebut masih ditambah lagi dengan nama brand yang catchy. Meski tidak mencerminkan nama Indonesia, namun sangat mudah diingat dan terkesan berbeda.
 
Faktor kesuksesan lainnya adalah keberhasilan Adrian dan Eugene dalam memaksimalkan fungsi media sosial dalam hal ini Instagram untuk mempopulerkan produk mereka.
 
Sehingga bukan hanya mereka sendiri yang mengkampanyekan Puyo, tapi juga para penggemar yang mayoritas anak muda dengan senang hati merekomendasikan Puyo silky Dessert lewat akun medsos seperti  Instagram, Facebook, Path hingga blog pribadi.
 
Kakak beradik ini juga memperhatikan kemudahan dalam hal pembayaran untuk sistem penjualan secara online. Salah satu sistem pembayaran tersebut adalah dengan membuka channel pembayaran lewat transfer ATM dari dua bank ternama di Indonesia yang banyak dipakai kalangan muda.
 
baca juga
Vanilla Hijab: Peluang Bisnis yang Bisa Dimulai dengan Budget Tipis
Dodol Garut Picnic : Oleh-oleh Khas Istimewa yang Melegenda
1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu
 
Mereka juga tidak pernah lelah dalam mempromosikan produk. Sehingga tidak hanya berkampanye melalui media sosial saja, tapi juga lewat bazar di mal-mal.
 
Selanjutnya, modal kesuksesan tersebut sudah barang tentu dari sisi managerial. Untuk urusan yang satu ini kemampuan Adrian dan Eugene tidak perlu diragukan lagi, karena latar belakang pendidikan mereka di bidang Bisnis dan Managemen di Swinburne University, Australia.
 
Dengan modal itulah Puyo silky Dessert menggapai sukses ditengah ketatnya persaingan bisnis kuliner. (*)
 

You May Also Like