Home Bisnis UKM Brodo, Bisnis Footwear Kekinian yang Sukses di Pasaran

Brodo, Bisnis Footwear Kekinian yang Sukses di Pasaran

0
0

undercover.co.id – Setiap pengusaha adalah orang yang peka terhadap segala peluang bisnis di sekitarnya.

Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mampu mengamati peluang , mengembangkan ide, dan mewujudkannya dalam bentuk usaha atau bisnis.

Ide yang mereka miliki pun bisa muncul dari mana saja. Bahkan masalah pribadi pun bisa memunculkan ide dan dikembangkan menjadi landasan memulai bisnis.

Seperti Yukka Harlanda, owner dari Brodo, merk sepatu kekinian yang pas untuk Anda yang ingin tampil keren. Bagaiman cerita di balik kesuksesannya? Simak kisah singkatnya berikut ini.

Pebisnis Sepatu Bandung Beromzet Milyaran Bermodal Awal 7 Juta  

Berumur begitu muda tak menghalangi CEO Brodo Footwear Muhammad Yukka Harlanda (28) untuk buka satu usaha.

Bermula dari kesusahan mencari sepatu dengan ukuran yang sesuai sama kakinya, Yukka membulatkan tekad terjun lebih dalam di usaha jual beli sepatu kulit.

Kisah Dibalik Rejeki Pebisnis Sepatu Brodo

Pada undercover Yukka bercerita kisahnya itu diawali di th. 2010. Waktu itu ia kesusahan mencari sepatu yang memiliki ukuran 46.

 “Awalnya lantaran kaki saya tidak kecil bila mencari sepatu mesti ukuran 46, sulit cari sepatu. Mesti merk luar negeri serta harga nya mahal ”

“Awalnya lantaran kaki saya tidak kecil bila mencari sepatu mesti ukuran 46, sulit cari sepatu. Mesti merk luar negeri serta harga nya mahal.

Selalu nyarilah explorasi serta kebetulan miliki teman (Putera Dwi Karunia) yang kebetulan menginginkan miliki usaha ya telah lalu dikombinasi deh inspirasi kita, ” ungkap Yukka waktu didapati di Store Brodo, Lokasi Kemang, Jakarta

Dari sana lalu Yukka mulai hunting atau memburu sepatu yang dapat dipesan sesuai sama ukuran kaki si pemesan. Pada akhirnya Yukka tiba di satu diantara pusat produksi sepatu paling besar di Bandung yakni Cibaduyut.

Ditempat itu, Yukka mulai bertanya-tanya bagaimana caranya bikin sepatu, pesan sampai type serta bahan baku sepatu pada beberapa perajin.

“Mulanya iseng tidak ada kemauan buat usaha serius, lantaran mahasiswa akhir jemu tidak ada aktivitas. Kan di Bandung ada Cibaduyut. Saya cobalah bertanya pembuatan sepatu custom nyatanya dapat, ” katanya.

Mulai Membuat Sepatu Untuk Pesanan

Terkecuali beli untuk keperluannya sendiri, Yukka lalu membulatkan tekad untuk pesan sebagian lusin sepatu dengan type yang dia anggap laris di market untuk di jual kembali.

Lalu ia ditawari oleh beberapa perajin di Cibaduyut untuk beli semakin banyak sepatu lantaran harga yang di tawarkan lebih miring. Pada akhirnya Yukka sepakat.

“Awalnya pesan sebagian gunakan saja buat digunakan sendiri. Namun pembuatnya nyaranin buat buat satu lusin lantaran lebih murah serta makin banyak makin murah lagi. Saya lalu pesan tiga lusin deh selalu bekasnya di jual deh. Ya iseng berbuntut usaha pada akhirnya, ” tuturnya.

Modal Awal Bisnis Sepatu Brodo

Pria kelahiran Jakarta 18 Juli 1988 ini mengungkap untuk beli 3 lusin sepatu di Cibaduyut, Yukka cuma membutuhkan modal Rp 7 juta.

Yukka serta rekannya Putera sharing beban modal semasing Rp 3, 5 juta. Ada narasi unik, Yukka mengakui modal Rp 3, 5 juta datang dari celengannya di saat tidak besar yang datang dari pemberian angpao waktu Hari Raya Lebaran.

“Modal awal itu sekitaran Rp 7 juta hasil patungan saya serta partner saya, Putera. Rp 7 juta itu dapat juga pinjeman. Saya dari tabungan THR (Tunjangan Hari Raya) bila Putera pinjam dari tantenya, ” sebutnya.

Pebisnis Sepatu Bandung Beromzet Milyaran Bermodal Awal 7 Juta  Pada akhirnya tak diduga product sepatu yang didapatnya dari beberapa perajin di Cibaduyut laris di jual kembali serta memperoleh animo dari beberapa konsumen.

Yukka selalu meningkatkan usahanya sampai memberi label Brodo Footwear untuk tiap-tiap product sepatu kulit yang di jualnya di th. 2011.

Asal Mula Nama Brand Brodo

Penamaan kata ‘Brodo’ datang dari bhs Italia yang mempunyai makna kaldu ayam. Cukup unik kenapa memberi product sepatu dengan kata Brodo. Namun Yukka miliki argumen spesial.

“Awalnya (kata) Gan itu ya lantaran product kita kan buat konsumen cowok-cowok. Namun sesungguhnya Brodo itu dalam bhs Italia yaitu kaldu ayam.

Memanglah tak ada hubunganya dengan product kami namun kata Brodo itu terdengar enak serta keren saja, ” tuturnya dengan lugas.

Sesudah brand Brodo di luncurkan, Yukka lalu menyuntik modal lebih tidak kecil lagi serta bangun satu tim yang juga melibatkan 8 UKM pembuat sepatu. Pada akhirnya ia pilih untuk meminjam modal dari Perbankan sebesar Rp 40 juta.

“Akhirnya kita tambahin modal dengan hasil utang juga, pinjam sama rekan, saudara serta sama bank. Lantaran kita belum miliki PT utang ke bank juga dalam taraf tidak besar seperti utang credit mikro yang optimal Rp 40 jutaan, ” sebutnya.

Konsentrasi Pada Pemasaran Digital Untuk Penjualan Product Sepatu

Untuk menarik perhatian beberapa konsumen, Brodo Footwear mengambil keputusan pemasaran digital sebagai kiat penjualan paling utama. Brodo saat ini dapat termasuk berhasil menggerakkan usaha sepatu kulit yang dapat menarik perhatian beberapa konsumen.

Didirikan oleh Yukka Harlanda serta Putera Dwi Karunia yang disebut dua jebolan Tehnik Sipil ITB, Brodo saat ini jadi pemain usaha sepatu kulit yang berhasil memakai pemasaran digital sampai namanya di kenal oleh kelompok luas.

“Setelah dicoba di pasarkan lewat media on-line banyak yang memberi pujian. Mereka katakan design serta mutunya bagus, service nya juga memuaskan. Ya hal semacam itu jadi motivasi sendiri sih, ” tuturnya.

Promosi Via Chanel Pemasaran Digital

Masuk ke pemasaran digital juga bermakna punyai urusan dengan tujuan pasar yang sesuai sama supaya campaign yang digerakkan tak percuma. Yukka mengungkap, Brodo mempunyai konsentrasi usaha untuk membidik pelanggan yang segmented serta akrab dengan dunia tehnologi dengan kata lain internet savvy, fasih bakal tehnologi serta socially active.

Yukka mengaku faedah positif dari pemasaran digital yang dirasa rupanya bukan sekedar berimbas pada perkembangan bisnisnya di bidang on-line saja. Brodo sekarang ini sudah mempunyai dua toko off line di Jakarta yakni semasing di Kemang serta Kuningan City. Sedang 4 outlet yang lain menyebar di 4 kota tidak sama yakni di Bekasi, Bandung, Surabaya, serta Makassar.

“Pemasaran yang dikerjakan yaitu kita invasi media on-line serta lakukan kreatifitas se kreatif mungkin saja. Umpamanya partnership dengan brand lain seperti bank, mal, public profile, buat kegiatan yang lucu, mengadakan kontes.

Lantas bikin sepatu spesial untuk satu diantara public profile. Pemasaran-pemasaran yang seperti itu tak perlu keluarkan biaya tidak kecil namun dampaknya dapat tidak kecil seperti iklan di tv, ” tuturnya.

Brodo Footwear Cuma Jual Sepatu Kulit Spesial Untuk Pria

Brodo Footwear saat ini menjelma jadi satu product sepatu kulit lokal yang mempunyai kwalitas premium. Yukka Harlanda, CEO Brodo Footwear menerangkan apabila product sepatu kulit yang di jual cuma untuk pria. Langkah tersebut dikerjakan supaya Brodo Footwear memiiki jati diri yang di kenal orang-orang.

“Sudah tentu tujuan yang kita bidik yaitu golongan lelaki. Dengan tagline kita ‘Brodo Gentleman’ serta tagline itu datang dari konsumen sendiri waktu beli product kami mereka senantiasa katakan wah gantle banget nih gunakan brodo, Brodo gentleman, ” tutur Yukka sembari tertawa.

Berkaitan segmentasi produknya, ia juga menyampaikan akan menyasar kelas menengah ke atas. Tetapi tak tutup peluang kelompok menengah ke bawah dapat juga beli sepatu kulit Brodo. Yukka menerangkan, rata-rata harga sepatu Brodo di bandrol pada Rp 250 ribu sampai jutaan rupiah.

“Kualitas kami memanglah premium dibanding sepatu lokal yang harga nya juga kan lebih mahal. Namun kami tak berkompetisi dengan sepatu lokal namun sepatu yang ada di mal-mal tidak kecil. Namun dengan harga yang bermacam kami tidak ingin mengkotak-kotakan konsumen, ” sebutnya.

Diversifikasi Product Brand Brodo

Bukan sekedar sepatu kulit, usahanya saat ini merambah product fashion yang lain. Sebut saja pakaian, jaket, sepatu anak sampai dompet yang semua ditujukan untuk kelompok pria.

“Kita juga telah cobalah bikin pakaian, jaket serta dompet, namun tak kita seriusin itu cuma untuk penambahan saja. Brodo tetaplah konsentrasi pada footwear. Inovasi yang telah dikerjakan yaitu menaikan lagi kwalitas, bahkan juga saat ini Brodo telah merambah pada sepatu anak sih serta responnya cukup bagus, ” tuturnya.

Brodo Footwear Enjoy Hadapi Kompetitor

Brodo Footwear tidaklah pemain baru di bidang penjualan product sepatu kulit. Sebelumnya Brodo Footwear, telah banyak pemain usaha di bidang penjualan sepatu kulit yang mempunyai nama tidak kecil.

Hadapi persaingan pasar yang cukup ketat, CEO Brodo Footwear Yukka Harlanda menyikapi enjoy. Sharing kiat telah dikerjakan serta Yukka optimis dapat berkompetisi dengan beberapa pemain tidak kecil.

“Sebenarnya dengan beberapa pesaing Kita sama-sama kenal serta sama-sama sharing pengetahuan. Ya namun ada pula yang niru-niru. Awalannya kesel juga sih, namun dibawa enjoy saja. Toh rezeki telah ada yang mengatur, ” kata Yukka.

Terkecuali berjualan di on-line store, Brodo Footwear juga telah mempunyai banyak outlet yang menyebar di sebagian kota tidak kecil yakni di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya sampai Makassar. Diluar itu, product yang di jual Brodo Footwear lebih mengutamakan segi kwalitas serta service pada beberapa konsumen.

“Lagipula kita kan senantiasa melindungi service serta kwalitas kita. Tentu konsumen juga paham mana Brodo yang asli serta palsu. Jadi tak ada permasalahan dengan kompetitior, dibawa enjoy saja, ” sebutnya.

Lalu Yukka juga mengungkap hal-hal lain sebagai kelebihan Brodo Footwear. Yukka meyakinkan sepatu kulit merk Brodo Footwear di buat dari kulit sapi asli bukanlah kulit tiruan atau sintesis.

“Dibuat dari kulit sapi asli yang paling berkwalitas. Serta yang membedakan kita sama yang lain ya senjata kita yaitu kwalitas premium dengan harga yang terjangkau, ” tekannya.

Pengusaha Brodo Footwear Berhasil di Umur Muda

Di umur yang ke 28 th., Yukka Harlanda sudah jadi sosok utama entrepreneur berhasil di usaha Brodo Footwear. Diawali th. 2010, usaha penjualan sepatu kulit, Brodo Footwear saat ini di kenal kelompok luas terlebih di Kota Bandung.

Mempunyai omzet yang cukup tidak kecil serta sudah mempunyai 110 karyawan yaitu bukti apabila Yukka sudah memerankan utama di Brodo Footwear. Atas pencapaian serta prestasinya ini menurut Yukka tak didapat lewat cara yang gampang.

“Di awal-awal masalahnya ya lantaran kita tak miliki pengetahuan design untuk fashion, usaha, marketing, analisis serta neraca keuangan. Hal semacam itu sebagai masalah banget. Namun kita tak gentar, kita selalu jalan serta selalu belajar. Jadi kita tuh belajar dari kekeliruan, ” tutur Yukka.

Hal-hal lain sebagai kendala Yukka yaitu pernah tertipu lantaran beli sepatu kulit yang harga jualnya mahal walau sebenarnya mutunya jelek. Namun ia mengakui tak kapok serta melanjutkan usahanya ini sampai ia mencapai keberhasilan.

“Kita pernah rugi, ditipu, beli product kemahalan. Namun kita tak kapok, lantaran saya terasa nothing to lose saja sih. Diluar itu juga tak di dukung sama keluarga, lantaran orangtua saya inginnya saya itu bekerja yang bener yang sesuai sama jurusan kuliah. Namun sesudah saat ini Brodo selalu tumbuh. Orangtua bangga juga, ” katanya.

Optimisme Bisnis Sepatu Brodo

Yukka optimis usaha sepatu kulit Brodo Footwear akan berkembang dari th. ke tahunnya. Argumennya cukup sederhana lantaran pasar Indonesia yang demikian tidak kecil.

“Karena negara kita mempunyai jumlah masyarakat yang paling banyak. Jadi terbuka tidak kecil kesempatan usaha di Indonesia, ” secara singkat.

Brodo Footwear selalu berinovasi untuk membuat product dengan design yang inovatif. Hal semacam ini sebagai senjata Brodo Footwear dapat berkembang serta berhasil seperti sekarang ini.

“Masih tidak kecil usaha clothing serta binsis kiat digital. Jadi juicet have fun. Janganlah ikutan (orang lain) serta yakin sama filosofi sendiri, ” tutupnya. Pebisnis Sepatu Bandung Beromzet Milyaran Bermodal Awal 7 Juta 

baca juga

    Ide Bisnis Dari Orang Berkaki Besar

    Yukka, sapaan akrabnya, terlahir dengan ukuran kaki yang besar. Ia sering mengalami kesulitan ketika mencari ukuran sepatu yang pas.

    Beberapa kali ia membeli sepatu dengan harga yang mahal, namun ia tidak suka dengan model sepatunya. Ia pun memutuskan untuk membuat sepatu yang pas untuk diri sendiri.

    Selain karena ukuran kaki, Yukka juga memilih bisnis sepatu karena ia terobsesi dengan merk sepatu terkenal yakni Nike, yang dipakai oleh pebasket favoritnya Michael Jordan.

    Untuk mewujudkan ide bisnisnya, Yukka bersama temannya pergi mengumpulkan ide pendukung bisnis lainnya ke Cibaduyut, Bandung.

    Modal Awal

    Sebagai pengusaha pemula, Yukka tidak nekat memproduksi sepatu dalam jumlah besar. Dengan modal satu juta, ia memproduksi lima sepatu yang kemudian ditawarkan ke teman-temannya.

    Karena dibuat dengan kualitas yang bagus, sepatu produksi awal tersebut disukai teman-teamnnya dan laku terjual habis.

    Yukka lalu melanjutkan produksi sepatunya bersama temannya dengan modal tujuh juta rupiah. Dari yang awalnya hanya lima, meningkat menjadi tiga puluh pasang sepatu.

    Strategi Pemasaran Kekinian

    Sebagai anak muda, Yukka selalu mengikuti perkembangan zaman. Ia tidak ingin menjadi pengsuaha yang hanya menunggu pembeli datang.

    Karenanya, Yukka memasarkan produknya melalu media online seperti twitter, kaskus, facebook, hingga instagram.

    Dari antusias konsumen yang semakin meningkat, Yukka pun bisa membuat website sendiri untuk menjual Brodo.

    Baca juga: Gerbang Madani Group- Bisnis Franchise Properti yang Menjanjikan

    Kini, bisnis sepatu Brodo semakin luas. Tidak hanya memiliki website sendiri, Brodo sudah dijual di tiga gerai yang ada di Jakarta dan Bandung. Juga, sudah didistribusikan ke beberapa department store, distro, dan pameran lokal.

    Dari bisnis yang dimulai sejak kuliah ini, Yukka sukses membawa nama Brodo sebagai salah satu bisnis UMKM yang berhasil. Buktinya, dari modal jutaan, Yukka sudah bisa meraup untung bersih minimal hingga puluhan juta setiap bulan.

    Tiru Cara Sukses Bisnis Sepatu Ala Brodo

    Brodo menjadi salah satu brand populer di antara produk asli dalam negeri di ranah bisnis sepatu. Berbahan kulit dengan desain anak muda banget, sepatu Brodo dimulai oleh dua orang pemuda Bandung bernama Muhammad Yukka Harlanda dan Putra Dwi Karunia.

    Pada tahun 2010, dua sahabat mahasiswa ITB tersebut merintis bisnis sepatu kulit dengan mendesainnya sendiri. Ide usaha bermula dari Yukka yang kesulitan saat mencari sepatu dengan ukurannya. Padahal saat itu ia sangat membutuhkan sepatu formal untuk sidang akhir.

    “Ketika saya cari untuk sepatu ukuran saya yang 46 itu tidak ada, sekalinya ada mahal dan modelnya tidak bagus. Jadi saya ajak teman saya untuk bikin sepatu. Awalnya saya banyak baca buku sama belajar di Youtube untuk mulai usaha ini,” kata Yukka yang kini menjabat sebagai CEO Brodo tersebut.

    Menurut Yukka, ia dan Putra memulai usaha dengan modal patungan sebesar Rp 7 juta. Dalam pengembangannya, mereka sempat meminjam dana tambahan ke orang tua, teman hingga bank. Saat memulai bisnis sepatu tersebut pun keduanya merekrut teman sendiri untuk membantu.

    “Waktu dulu tahap awal sih karena kami masih mahasiswa dan memang dananya tidak ada, jadi kami menyewa tenaga kerja paruh waktu dan itu juga teman-teman kami sendiri di kampus. Selanjutnya ke sini sih sudah ada yang full Time,” ujar Yukka

    Karena minimnya modal, Yukka menjalankan bisnis hanya berdua dengan Putra di tahun-tahun awal pendirian Brodo. Namun keduanya kompak berbagi tugas hingga terus mengalami peningkatan penjualan setiap tahunnya. “Kami bagi tim kayak tim sepak bola, offense sama defend.

    Yang jadi defend-nya teman saya Putra di Bandung, semua produksi, warehouse, pengiriman, dan customer service. Kalau untuk offense-nya saya, untuk mengurus website dan marketing,” tuturnya.

    Brodo , Brand dengan Ciri Khas Unik

    Sepatu Brodo lahir dengan mengusung idealis membantu pengrajin lokal dengan menggunakan produk buatan mereka. Karena itulah semua bahan yang digunakan dan pengrajin yang bekerja murni dari lokal, yakni dari kawasan Sukabumi, Cianjur, Bandung dan wilayah sekitarnya. Meski murni lokal, Brodo menjamin kualitas produknya tak kalah dengan produk impor.

    Selain itu, Brodo lahir dari desain anak muda yang juga menargetkan pasar anak muda pula. Desain ini cukup unik yakni dengan mengusung budaya Indonesia.

    Sebagai contoh, adanya sepatu dengan desain motif batik parang di bagian solnya. “Kami brand yang cukup concern dengan nasionalisme dan kami mencoba menampilkan sisi Indonesia di beberapa desain boots Brodo. Beberapa produk kami juga pernah memasukkan beberapa motif dari Tana Toraja,” ujar Head of Marketing Brodo, Arif Hidayah.

    Dengan ciri khas tersebut, Brodo mendapat sambutan positif dari kaum muda tanah air. Beragam apresiasi positif didapatkan Brodo. Bahkan sepatu yang awalnya menargetkan usia muda kini juga disukai kalangan pria dewasa. Dijual dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 3 juta, Brodo kini fokus menargetkan konsumen di rentang usia 25 hingga 30 tahun.

    Saat ini sudah berdiri enam gerai Brodo yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bekasi, Surabaya dan Yogyakarta. Selain itu, ada pula tujuh pop-up sore Brodo yang tersebar di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Bali. “Brodo kini fokus di domestik, belum ada target ekspor dan masih memaksimalkan di domestik dulu,” kata Arif.

    Brodo , Fokus Bisnis Sepatu Pria

    Hingga tujuh tahun lamanya, Brodo tetap konsisten memproduksi sepatu formal pria saja. Menurut Arif, belum ada rencana untuk memproduksi sepatu untuk wanita ataupun sepatu casual. Meski hanya fokus di bisnis sepatu pria, Brodo terus berkembang dengan selalu merilis desain baru setiap bulannya.

    Alih-alih mengembangkan produk baru selain bisnis sepatu pria, Brodo fokus pada meningkatkan brand awareness. Karena itulah, Brodo melakukan kolaborasi untuk meningkatkan brand value. Kolaborasi yang dijalin pun bukan sembarang, yakni tokoh yang mampu menjadi panutan dan bukan sekedar idola.

    “Seperti kolaborasi Brodo dengan PSSI dan Bambang Pamungkas untuk pengadaan untuk sepatu formal mereka (pemain PSSI). Dari situ kami merasakan ada peningkatan brand awareness. Brodo akan terus konsisten berada di jalur untuk para gentlemen dan juga akan fokus memproduksi pakaian untuk pria sebagai pengembangan usaha,” tutup Arif.