Kebab Pisang Pusing

Bisnis Mochi Taiwan 2

bisnisumkmonline.com – UMKM merupakan tulang punggung penting bagi penggerak ekonomi dan penyedia lapangan kerja di Indonesia meski pemerintah kerap mengundang investasi asing untuk masuk.

Menurut Center for Indonesian Policy Studies Pingkan Audrey Kosijungan, UMKM telah berkontribusi menyerap sebesar 96,87% dari total angkatan kerja yang ada di Indonesia. Namun meskipun sering diasosiasikan dengan usaha kecil-kecilan, nyatanya tetap dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah untuk membesarkan UKM agar dapat naik kelas.

Adalah Ida Amarwati, salah seorang pejuang UMKM berusia 29 tahun yang sudah merasakan pahit manisnya berwirausaha.

Bersama suaminya, Ida mendirikan UMKM dengan nama Pisang Pusing yang menjual aneka penganan dengan bahan dasar yang dikreasikan dari pisang.

Memulai dari nol, kini Ida berhasil mengibarkan merek Pisang Pusing di berbagai daerah di Indonesia dengan sistem kemitraan yang mayoritas berada di Pulau Jawa.

Kisah Jatuh Bangun Ida

Ida Amarwati sudah menekuni usaha UKM sejak dirinya belum menikah.

Pada tahun 2015, Ida memulai peruntungannya dalam berwirausaha dengan mencoba berdagang spaghetti yang familliar dengan masyarakat kota besar.

Karena merupakan percobaan pertama, usaha menjual Spaghetti milik Ida gagal melangkah lebih jauh karena kurang disukai oleh para pembeli.

Tidak patah arang Ida bersama dengan calon suaminya, Mohammad Lukman Ikhwan kembali merintis usaha berdagang nasi bebek dengan nama “bebek air mata”.

Belajar dari kesalahan sebelumnya, Ida mencoba untuk memperbaiki beberapa aspek penting dalam berbisnis.

Ida Amarwati, Pejuang Tangguh UMKM yang Berhasil Membesarkan Kebab Pisang Pusing

Berbagai langkah seperti memperbaiki alat promosi, menemukan lokasi berdagang yang tepat, hingga mencoba memilah bahan baku yang berkualitas.

Usaha ini kemudian gugur lagi karena dicurangi peternak bebek yang suatu hari menjual bebeknya kepada calon pembeli yang membayar lebih mahal.

Ida yang sudah merasa terpukul karena kejadian ini juga harus menerima cibiran dari tetangga.

Belum habis air matanya mengering karena kegagalannya di usaha nasi bebek, Ida kembali mencoba berusaha kali ini menjual serundeng Madura.

Usaha kali ini sebetulnya sempat menemui titik terang karena berhasil menarik perhatian konsumen namun ada satu hal yang membuatnya urung melanjutkan usaha ini.

Proses pengerjaan yang menguras baik waktu maupun tenaga ternyata tidak sebanding dengan keuntungan yang didapat.

Alhasil bisnis ini kemudian tidak dilanjutkan.

Meski berkali-kali gagal dan berhenti, Ida mencoba tegar dalam jalan berwirausaha.

Kali ini ia mencoba berjualan di bazaar yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Surabaya, kali ini dengan membawa produk kebab yang berisi buah-buahan.

Memiliki kepribadian yang optimis membuatnya iya yakin bahwa keberhasilan akan menghampirinya kali ini.

Meski akhirnya tidak cukup laku, Ida justru mendapatkan pencerahan dari kegagalannya kali ini

Berkat keisengannya, ia berhasil menemukan resep berupa kebab berisikan pisang cokelat keju.

Dengan sisa modal terakhir yang dimilikinya, ia bertaruh untuk kembali membuka warung dan menjajakan kebab kreasi terbarunya itu.

Kebab yang dinamakan Pisang Pusing ini akhirnya berhasil mereguk kesuksesan dengan mendatangkan pembeli hingga 100 orang hanya pada minggu pertamanya.

baca juga artikel kategori

Mengembangkan Bisnis

Tidak puas dengan keberhasilannya di masa awal, Ida terus menerus berupaya membesarkan Pisang Pisung bersama pasangan yang kini sudah jadi menjadi suaminya.

Hanya dalam waktu beberapa minggu setelah pembukaan usaha pertamanya, Ida sudah berhasil menerima orderan delivery dari berbagai wilayah di Surabaya.

Meski begitu Ida masih melakukan berbagai kegiatan mulai dari membeli bahan baku, produksi, hingga berjualan secara swadaya bersama dengan suaminya.

Bahkan dalam waktu beberapa bulan, Ida sudah berhasil menarik minat orang banyak untuk membuka kemitraan dari pisang hasil buatannya.

Beberapa peminat tersebut tersebar mulai dari wilayah Surabaya-Sidoarjo dan sekitarnya hingga lintas provinsi seperti Slawi, Semarang, Tegal , Kudus dan Denpasar.

Demi mengorganisasi dan memperkuat bisnisnya, Ida sampai rela belajar diigital marketing untuk membuat website untuk mengakomodasi para calon mitra.

Selain itu belajar dari kegagalannya berbisnis pada masa lampau, ia juga sampai berinovasi dengan membuat kebab pisang yang dioven yang diberi nama Wan Kodir.

Ida menargetkan bahwa kebab pisang yang dioven ini bisa dikirim hingga ke luar Pulau Jawa.

Untuk mendukung pengiriman kebab pisang ovennya, Ida juga mengaku selektif dalam menentukan kemasan food grade hingga kurir pengirim yang dapat dipercaya.

Meski sudah cukup berkembang, Ida mengaku tidak pernah lepas perhatian dari bisnis yang dijalankannya.

Ida mengaku masih berhasrat untuk terus membesarkan usahanya hingga dikenal di seluruh Indonesia.

baca juga

Terus Menambah Ilmu

Bagi Ida, berbisnis artinya siap untuk menghadapi kondisi pasar yang berubah-ubah.

Untuk itu menjadi sangat penting bagi para Ida untuk terus meningkatkan ilmunya ke tingkat yang lebih tinggi.

Dalam berbagai kesempatan, Ida kerap bergabung dalam seminar-seminar kewirausahaan yang banyak membahas mengenai perkembangan UKM terkini.

Dari berbagai seminar-seminar kewirausahaan tersebut, Ida berhasil mendapatkan banyak ilmu untuk berhasil mengembangkan bisnisnya.

Misalnya, Ida dan sang suami mendapat pelajaran langsung bagaimana caranya membuat logo brand untuk bisnis mereka dari berbagai kegiatan tersebut.

Tidak lupa ia juga mengikuti program inkubasi pengusaha yang diadakan oleh Pemkot Surabaya.

Melalui program inkubasi yang bernama Pejuang Muda Surabaya ini, Ida mendapatkan banyak kemudahan seperti dalam hal mengurus izin usaha.

baca juga

Rajin Bersyukur

Sebagai orang yang Taat beribadah, Ida dan Lukman mengaku bahwa rejeki mendirikan Kebab Pisang Pusing merupakan pemberian Tuhan.

Sebelum meraih sukses, Lukman dan Ida mengaku selalu memperbanyak doa dan salat untuk memohon dibukakan pintu berkat.

Ida mengaku sangat bersyukur terutama ketika usahanya sangat diterima di ranah online.

You May Also Like