Lidi Geli – Camilan Nostalgia

Belajar Bahasa Inggris

Bagi Anda yang besar di tahun 90-an pasti taka sing dengan camilan bernama lidi-lidi, bukan?

 

Camilan yang gurih dan renyah, ini bisa dengan mudah Anda temukan di kantin-kantin sekolah zaman dulu.

 

Jika Anda ingat, lidi-lidi tersedia dalam dua rasa, yakni asin dan pedas yang keduanya dibungkus dengan plastik bening.

 

Ah, membuat Anda bernostalgia, bukan?

 

Nah, bagi Anda yang kangen dan tiba-tiba ngidam dengan lidi-lidi, maka bisa melirik produk bernama Lidi Geli.

 

 

Apa itu Lidi Geli?

 

Seperti namanya, Lidi Geli adalah camilan jadul lidi-lidi yang mempunyai nuansa modern.

 

Merupakan karya dari Famela Nurul Islami yang baru berusia 22 tahun saat ini.

 

Dan ia sudah memulai usahanya ini saat ia masih semester 4 mahasiswi di jurusan Marketing Management UNPAD.

 

Dengan kata lain, ia sudah mengembangkan bisnisnya ini saat masih berusia 19 tahun. Wow!

 

Ada cerita unik dibalik penamaan Lidi Geli ini.

 

Awalnya, Famela ingin menggunakan nama ‘Lidi Geulis.’

 

Namun, ia merasa bahwa nama tersebut terlalu sempit karena identik dengan bahasa Sunda.

 

Maka dari itu, ia menggunakan nama Lidi Geli yang lebih ‘luas.’

 

Filosofi di balik nama Lidi Geli adalah saat orang memakannya, maka mereka akan merasa geli.

 

Geli adalah identik dengan tertawa dan tertawa identik dengan kebahagian.

 

Wah, kreatif juga, ya?

 

Bentuk produk Lidi Geli juga tak lurus rata seperti lidi-lidi yang Anda kenal.

 

Namun, Lidi Geli ini berbentuk sedikit berkelok-kelok yang unik dan berbeda.

 

Dipadukan dengan slogan, “Your Mood Booster,” Lidi Geli sukses populer di kalangan anak muda.

 

Lidi Geli  Sempat Kesulitan Modal

 

Modal awal Rp 1 juta mungkin tak terlalu banyak bagi sebagian orang.

 

Namun, bagi Famela saat itu, jumlah tersebut menurutnya cukup banyak.

 

Bahkan, ia sempat kesulitan mencari modal juga, lho.

 

Famela pernah mencoba menggadaikan STNK motor agar bisa meminjam uang ke salah satu bank.

 

Namun, ia ditolak karena usianya—yang masing 19 kala itu, dianggap di bawah umur.

 

Akhirnya sebagai jalan terakhir, ia meminjam Rp 1 juta kepada orang tuanya.

Sekarang modal tersebut terbayar sudah.

 

Dari produksi awal Lidi Geli yang hanya berkisar 200 pcs saja per bulannya.

 

Sekarang ia sukses memproduksi Lidi Geli hingga 8.000 pcs per bulannya.

 

Sebuah peningkatan yang signifikan tentu saja.

 

Teknik Pemasaran Zaman Now Lidi Geli

 

Sebagai mahasiswi jurusan Marketing Management, tentu saja Famela punya segudang ide untuk memasarkan produknya.

 

Sebagai langkah awal, ia sering ikut dalam acara bazar-bazar yang diadakan oleh berbagai instansi.

 

Serta membuka sistem reseller dari kampus satu ke kampus lainnya.

 

Untuk menyasar pasar yang lebih luas, Famela memanfaatkan internet.

 

Famela dan timnya membuat situs www.lidigeli.com serta media sosial Instagram dan Twitter @lidigeli_id.

 

Dari marketing online­-nya tersebut, Lidi Geli berhasil sampai ke Samarinda, Makassar, Medan dan berbagai kota besar lainnya di Indonesia.

 

Bagi Anda yang tertarik dengan Lidi Geli ini, bisa membuka situs di atas atau mem-follow sosial media mereka.

 

 

baca juga

 

LanaGift – Lukisan Kertas Unik yang Tak Ada Duanya

1000.001 Ide Bisnis UKM Dengan Modal Mulai 100 Ribu

800 Jenis Usaha Yang Menjanjikan Dengan Modal Kecil

 

 

Harga Lidi Geli

 

 

Harga Lidi Geli ini juga cukup terjangkau, kok.

 

Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 15 ribu saja per pcs-nya.

 

Sedangkan untuk rasa, ada tujuh varian rasa yang bisa Anda pilih.

 

Seperti:

 

  • Spicy
  • Double spicy
  • Cheese
  • BBQ
  • Original
  • Seaweed
  • Sweet Corn

 

Dari ketujuh rasa tersebut, yang paling laris adalah spicy dan seaweed.

 

Ayo, tunggu apalagi? Saatnya bernostalgia dengan merasakan lidi-lidi dengan cita rasa zaman now!

You May Also Like