Pengrajin Batik Lokal Mengubah Masker menjadi Perlengkapan Fashion

Undercover.co.id – Marunda Batik, sebuah komunitas penyewa apartemen murah yang berubah menjadi pengrajin, memanfaatkan keahlian mereka untuk menambahkan sentuhan eksotis pada masker wajah.

Lokakarya mereka di Apartemen Marunda, Jakarta Utara, telah tenang selama beberapa waktu karena wabah koronavirus. Pada hari Rabu, para pengrajin ini akhirnya mulai mengambil alat semburan mereka atau mencabut lagi untuk menggambar pola batik untuk topeng.

Gagasan untuk topeng batik muncul setelah pemerintah mengeluarkan wajib pakai topeng di tempat umum, membuat wajah menutupi aksesori fashion panas.

“Kami menambahkan nilai modis ke topeng. Ini adalah langkah yang sangat penting karena orang-orang di negara lain telah diminta untuk memakai topeng untuk melindungi diri dari virus selama pandemi,” kata pengrajin Batik Marunda Mulyadi.

Lokakarya dapat menghasilkan hingga 50 topeng dalam sehari. Masing-masing dihargai dengan Rp 100.000 ($ 6,93).

“Produksi akan tumbuh sejalan dengan permintaan. Kami berharap itu akan membawa dampak positif bagi anggota masyarakat karena mereka harus bertahan di tengah krisis ekonomi global,” katanya.

Untuk membuat topeng, pengrajin terlebih dahulu menggambar pola pada kain sebelum memotongnya menjadi potongan-potongan. Dengan canting berisi lilin cair, mereka kemudian menggambar pola pada kain. Setelah kering, mereka akan menjahit kain menjadi masker sebelum membagikannya kepada pelanggan.

baca juga

    Pola batik Betawi dari Marunda memiliki berbagai motif untuk ditawarkan. Di antara motif yang sangat diminta adalah kembang kelapa (bunga kelapa terkenal untuk menjadi topi baja untuk ondel-ondel), kepala kenari (kepala kenari), topeng (topeng), bunga flamboyan (bunga flamboyan), bebek menonton (menari bebek), ombak Marunda (ombak Marunda) dan bulus teratai (kura-kura di lotus).

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You cannot copy content of this page