Puspita Food, Kisah Inspiratif Bisnis UKM

bandungadvertiser 4

Bisnis kuliner merupakan bisnis yang tidak ada matinya, karena kuliner berkenaan dengan makanan sebagai kebutuhan manusia akan pangan. Bisnis kuliner merupakan bisnis yang marak dikembangkan pada saat ini, hal ini ditunjang dengan keanekaragaman kuliner Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Keanekaragaman kuliner Indonesia sangat mendukung dan memotivasi pelaku bisnis kuliner di Indonesia untuk terus mengembangkan dan berinovasi di bidang kuliner. Salah satu bisnis kuliner di Indonesia adalah Puspita Food.

Kisah Mengesankan Puspita Food

Puspita Food merupakan usaha kecil menengah (UKM) di bidang kuliner. Puspita Food adalah usaha yang dimiliki oeh Ira Poespita di bidang kuliner siomay dan dimsum. Usaha ini, dirintis karena suaminya di PHK.

Akibat suami di-PHK, Ira Poespita harus memutar otak untuk membantu keuangan keluarga yang pada akhirnya, ia belajar dari pedagang siomay keliling untuk membuat siomay. Awalnya, Ira Poespita membuka Puspita Food di Pujasera blok F/07 pertokoan Blok M Square, Jakarta Selatan.

Dalam membangun usahanya, Ira Poespita mengalami banyak kesulitan hingga akhirnya usahanya di bidang kuliner berkembang pesat seperti saat ini.

Kesulitan yang dihadapinya adalah ia tidak bisa membuat siomay, hingga akhirnya ia memberanikan diri belajar membuat siomay kepada tukang siomay keliling.

Perjalanan Panjang Ira Poespita

Setelah ia belajar dari tukang siomay keliling, ia bertekad menjual siomay buatannya di pinggir lapangan SD 07 Beji. Siomay buatannya lumayan membuahkan hasil, ia pun senang dan memberanikan diri untuk mengembangkan usahanya.

Namun, usahanya untuk mengembangkan bisnisnya mengalami kesulitan karena ia tidak memiliki keahlian bisnis yang cukup memadai.

Minim keahlian dalam berbisnis tidak mematahkan semangat Ira Poespita untuk terus mengembangkan usahanya.

Banjir pesanan membuat ia bertekad dan mengembangkan usahanya dengan nama Puspita Food.

Setelah Puspita Food berdiri, kendala-kendala pun muncul silih berganti dari wajahnya yang terbakar karena tersiram dandang siomay di Pasar Pagi Juanda hingga orderan yang naik turun karena saat itu ia bergantung pada jumlah pesanan untuk pernikahan.

Dengan Mental yang Luar Biasa Puspita Food Berkembang

Perjuangan Ira Poespita di bisnis kuliner ini patut diacungi jempol, karena ia banyak mengalami pahit manisnya hidup.

Selain mengalami wajahnya yang terbakar, ia juga mengalami kecelakaan masuk gorong-gorong dengan semua barang dagangan. Selain itu, ia pernah mengalamai pengusiran oleh Satpam UI. Kejadian pahit itu, tidak membuat Ira patah semangat justru menambah semangatnya untuk mengembangkan usaha hingga sukses.

Kejadian pahit yang menimpanya dijadikan pelajaran dan cambuk untuk dirinya agar terus maju dan pantang usaha dalam dunia bisnis kuliner yang telah ia jalani.

Semangat dan perjuangan Ira membuahkan hasil, saat ini ia memiliki counter di mall. Selain itu, ia juga memiliki dua cabang Puspita Food di Pasar Minggu Padi dan di Jalan Ir. H. Juanda, Margonda.

Ira tidak berpuas diri dengan bisnis siomaynya, ia mengembangkan bisnisnya dengan membuat dimsum. Selain itu, bisnis siomaynya dibilang unik karena Ira membuat siomay dengan beraneka macam rasa dan warna.

Siomay dengan beberapa varian tersebut membuat siomaynya banyak diminati konsumen.

Ira yang merupakan penggemar siomay ini, membuat siomay rainbow dengan warna kuning dari wortel import, warna ungu dari buah naga, dan warna merah terbuat dari terong Belanda atau stroberi. Siomay dengan berbagai varian tersebut membuat banyak reseller melirik bisnis tersebut.

Puspita Food yang awalnya bermodalkan uang pinjaman saat ini berkembang menjadi bisnis kuliner yang patut diacungi jempol di antara kompetitor lainnya.

Oleh karenanya modal uang saja tidak cukup dalam mendirikan bisnis, melainkan dibutuhkan kegigihan, tekad, dan mental yang luar biasa dalam berbisnis.

Kegigihan dan mental dibutuhkan saat, usaha yang kita rintis mengalami jatuh atau merosot karena pada dasarnya roda selalu berputar, bisnis tidak terus di atas melainkan mengalami pasang surut.

Sedangkan modal dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam proses produksi.

Bermodal Uang Pinjaman Bank Keliling

Pada awal berdirinya, Puspita Food bermodalkan uang pinjaman dari bank keliling, karena pada saat itu Ira sedang kesulitan keuangan akibat dari suaminya yang mengalami PHK.

Kesulitan setelah suaminya mengalami PHK, membulatkan tekad Ira untuk membuka usaha. Lalu, Ira meminjam uang sebesar satu juta rupiah kepada bank keliling.

Modal sebasar satu juta rupiah ia gunakan untuk membuat siomay. Dengan berbekal modal tersebut dan keahlian membuat siomay yang ia dapat dari tukang siomay keliling, ia telah mengembalikan modalnya bahkan lebih dari cukup untuk biayai hidup sehari-hari.

Saat ini, omzet Puspita Food mencapai 50 sampai 60 juta rupiah per bulan. Omzet tersebut terus meningkat tiap bulannya apalagi jika banyak acara pernikahan yang ia layani, bisa jadi jumlah pesanan yang ia terima mencapai 100 hingga 200 Kg.

Bisnis yang digeluti Ira berkembang pesat hingga akhirnya, ia memiliki tiga karyawan dan beberapa reseller. Dengan dibantu suami, bisnis Ira terus berkembang pesat.

Produk Puspita Food

Puspita Food saat ini melayani beberapa reseller dan banyak pelanggan, karena pelayanan yang diberikan baik, selain itu bersih, enak dan harga yang terjangkau membuat pelanggan tidak mau beralih ke siomay lainnya.

Selain fokus dengan siomaynya, Ira juga mengembangkan dimsum buatannya dengan berbagai macam inovasi untuk menarik konsumen, pelanggan dan reseller.

Usaha yang dilakukan Ira untuk mengembangkan target pasarnya yaitu dengan cara membuat website pribadinya.

Harapan Ira dengan menggunakan website pribadinya sebagai ladang promosi, Ira berharap menjangkau pelanggan, konsumen dan resellernya ke seluruh pelosok nusantara, tidak hanya Jabodetabek dan sekitarnya.

baca juga

    Kisah Ira patut dijadikan teladan, karena setiap masalah yang dihadapi oleh manusia tentu ada jalan keluarnya asalnya manusia menjalani dengan sabar tanpa berkeluh kesah.

    Kisah Ira yang bermodalkan tekad dan uang pinjaman patut dijadikan contoh, keterbatasan modal dan suami yang kehilangan pekerjaan, tidak menjadikan Ira terpuruk meratapi nasib namun menjadikan Ira gigih untuk terus berusaha menopang hidup dan keluarganya.

    You May Also Like