Startup MejaKita

Startup MejaKita , Hadir Sebagai Solusi di Dunia Pendidikan , PR (Pekerjaan Rumah) merupakan perihal yang biasa didapatkan oleh seorang pelajar saat sekolah. Anda sendiri sering memperoleh pekerjaan rumah ini dikala masih bersekolah dahulu. Serta saat pelajar ini memperoleh PR nyatanya tidak semua anak bahagia serta sanggup buat mengerjakannya dengan mudah.

Dari kesusahan yang didapat ini, sebagian dari pelajar tersebut setelah itu meminta bantuan pada tetangga atau kakak kelas atau temannya supaya ingin membantu mengerjakan PR-nya. Tidak sering pula kadangkala mereka memanggil guru privat supaya PR-nya dapat terselesaikan.

Pekerjaan Rumah (PR) ini memang sangat berarti untuk pelajar sebab berkaitan dengan nilai pendidikannya. Semakin baik PR dikerjakan maka nilai pembelajaran siswa ataupun pelajar ini akan terus semakin baik.

Dari pentingnya PR ini maka Aktsa, Farrel, Nando, David, Melvin, Jason, Nathan, Rafi, Rinwy serta Hadra membuat startup MejaKita. Apa itu startup MejaKita yang diluncurkan pada Sabtu tanggal 16 April 2016. Berikut ulasannya.

 

Startup MejaKita

Ide serta Latar Belakang Pembuatan Startup MejaKita

CEO serta Founder MejaKita Naufal Aktsa Midy Efendy menggambarkan platform MejaKita terdapat lantaran keresahannya serta 10 kawannya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) Mengenai ketimpangan pembelajaran antar wilayah di Indonesia. Dari situlah lahir platform MejaKita pada tahun 2016.

“MejaKita bukanlah platform bimbel online seperti yang lain, kami merupakan platform dialog antar siswa secara digital lewat aplikasi baik di Android maupun iOS,” jelas Aktsa.

MejaKita mempunyai sebagian fitur ialah Dialog PR, Berbagi Catatan, Latihan Soal, Modul Belajar, Belajar Bersama serta Rumus. Dari sebagian fitur tersebut cuma 2 yang diberlakukan monetisasi oleh MejaKita.

Untuk fitur Dialog PR user MejaKita cukup merogoh kocek optimal Rp 3.000 buat satu soal dengan 4 sub bab persoalan. Sebaliknya fitur Berbagi Catatan, siswa cuma perlu membayar Rp 1.000 saja buat masing-masing catatan.

Kenapa Aktsa, dkk ini membuat startup MejaKita? Karena mau menolong para pelajar buat mengerjakan PR, Aktsa, dkk ini pula becita-cita memperbaiki mutu pembelajaran di Indonesia. Seperti yang Anda ketahui kalau pembelajaran di negara ini masih saja terpuruk.

Survei tahun 2012 yang dilakukan oleh The Programme for International Student Assessment (PISA) didapatkan informasi kalau mutu pembelajaran di Indonesia jadi salah satu yang terburuk di dunia.

Inilah sebagian perihal yang setelah itu membuat Aktsa, dkk ini membuat MejaKita, platform belajar online. Mereka mau berbuat serta melaksanakan sesuatu demi menjadikan #pendidikan Indonesia lebih baik lagi.

Dorongan dari Dicoding

Aktsa, dkk yang ialah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas satu ini memang tidak menghasilkan MejaKita ini sendirian. Alasannya dalam proses pembuatannya Aktsa, dkk dibantu oleh Dicoding, yang dapat menghubungkan mereka dengan para pengembang profesional.

Kala itu Aktsa mengajukan bantuan kepada Dicoding. Dicoding sendiri pada saat itu memutuskan buat menerima permintaan dari Aktsa, dkk. Apalagi lebih dari itu Dicoding membuat tantangan buat para pengembang yang mau meningkatkan MejaKita. Maka dari itu setelah itu timbul kompetisi buat menyaring pengembang terbaik.

Kompetisi yang diadakan Dicoding sendiri mempunyai ketertarikan tertentu karena terdapat Dicoding menawarkan kompensasi saham (share) sebesar 10 persen saat layanan ini dirilis. Dari kompetisi yang diadakan kesimpulannya Dicoding memperoleh regu pengembang dari Universitas Negara Malang (UM) buat meningkatkan web.

Pada saat dibesarkan oleh regu pengembang dari Universitas Negara Malang, MejaKita dikerjakan dengan baik yang meliputi pembuatan desain, pengubahan jadi web serta pula membuat web itu berjalan serta dapat diakses. Regu pengembang yang terdiri dari Rozi, Robi, serta Daniar mengaku sudah menuntaskan seluruh tugas yang diberikan oleh regu founder MejaKita.

Startup MejaKita

Modul serta Fitur yang Ada di MejaKita

Keuntungan yang diperoleh siswa yang melaksanakan dialog di MejaKita yakni mereka dapat menemukan pemasukan dari persoalan yang mereka jawab ataupun catatan yang dibagikan.

Untuk catatan, siswa harus mengunggah minimun 2 bagian gambar catatan mereka serta secara otomatis catatan akan tersimpan di MejaKita.

“Jika siswa lempar persoalan nanti katakan 3 siswa yang bantu menanggapi, nah sang penanya dapat milih mana jawaban yang akan ia gunakan. Uang akan masuk ke penjawab yang jawabannya dipilih,” jelas Aktsa.

Buat sistem pembangian baik Berbagi Catatan serta Dialog PR, MejaKita mempraktikkan 80% akan masuk ke penjawab serta 20% ke MejaKita.

Saat ini terdapat 14.000 pengguna MejaKita yang tersebar di 223 kota di Indonesia. Pengguna terbanyak merupakan pelajar SMA dengan Jakarta serta Jawa Timur jadi wilayah paling banyak user MejaKita. Dari total tersebut terdapat 114 kontributor aktif serta 2 full time tutor yang terdapat di MejaKita.

Aktsa menerangkan perbandingan Kontributor serta user biasa yakni Kontributor bisa mencarikan pemasukan dari yang ia bantu menanggapi persoalan ataupun berbagi catatan secara tunai.

Masa ramai kunjungan serta persoalan masuk ke MejaKita di informasikan Aktsa saat mendekati tes semester. Satu hari bisa capai ratusan persoalan masuk bila mendekati tes.

User biasa cuma sanggup mentransfer pendapatannya dalam wujud MejaKoin. Untuk jadi Kontributor di MejaKita siswa butuh melaksanakan registrasi yang nantinya akan dipilih oleh regu MejaKita.

Terdapat 2 currency di MejaKita, ialah MejaCash serta MejaKoin. Masing-masing awal catatan user diberikan 1000 MejaKoin, setara Rp 10.000. Saat ini Aktsa mengatakan memang belum terdapat funding masuk ke MejaKita.

Startup MejaKita

Tetapi dia mempunyai funding internal ialah dengan mendirikan MejaKerja yang mempunyai sasaran para industri. “Nah industri wajib training pegawai baru ataupun pegawai lama. Umumnya kan offline, nah kita akan sajikan training lewat MejaKerja dengan digital apps MejaKerja.

Bagian dari HR manajemen sistem, corporate sosial media serta training. Semenjak 2018 revenue MejaKerja jadi menghidupi MejaKita,” ungkap Aktsa.

Hingga saat ini sendiri MejaKita masih sediakan modul pelajaran tingkatan SMP buat pelajaran Matematika, Fisika, Kimia serta Biologi. Buat modul SD serta SMA sendiri regu masih bekerja keras buat menghadirkannya dalam waktu dekat ini.

Saat menekuni modul SMP ini pengguna dapat bertanya bila terdapat modul yang tidak dipahami dengan memencet tombol Tanya.

Terutama dengan menggunakan MejaKita ini siswa dapat bertanya tentang pekerjaan rumah (PR) yang dirasa susah buat dikerjakan dengan memakai fitur Dialog PR. Dengan memencet tombol Buat Persoalan hingga pengguna akan dapat memasukkan persoalan yang dirasa susah ini. Dari sini pengguna tinggal menunggu pengguna lain buat menanggapi pertanyaan tersebut.

baca juga

    Mimpi Menjangkau 2 Juta Pengguna

    Sehabis peluncurannya beberapa waktu lalu, regu MejaKita sudah mempunyai sebagian pemikiran serta terget ke depannya. Bagi regu, dalam perjalanannya nanti mereka merancang dapat menggaet 2 juta pelanggan dalam kurun waktu satu tahun.

    Sasaran ini memang suatu perihal yang ambisius, mengingat angka 2 juta pelanggan bila berhubungan dengan informasi Biro Pusat Statistik (BPS), menampilkan jumlah seluruh pelajar SMP di DKI Jakarta serta Jawa Barat. Tidak hanya mentarget 2 juta pelanggan, regu MejaKita pula berencana untuk membuat #aplikasi mobile buat Android serta iOS.

    Leave a Comment

    error: Content is protected !!