Home Bisnis UKM Sukses Usaha Budidaya Jamur

Sukses Usaha Budidaya Jamur

0
0

bisnisumkmonline.com/ Usaha budidaya jamur merupakan salah satu usaha yang masih memilliki prospek cukup bagus di Indonesia.

Berbagai olahan jamur pun banyak diterima oleh masyarakat dari segala usia seperti misalnya olahan jamur goreng yang dapat dipadukan dengan bumbu tersebut.

Salah satu contoh pengusaha yang berhasil dalam upaya pembudidayaan jamur adalah Rial Aditya.

Tidak hanya memiliki bisnis pembudidayaan jamur, Aditya bahkan juga memiliki usaha pengolahan jamur menjadi makanan jadi.

Bahkan kesuksesan Rial membuatnya dinobatkan sebagai profesor jamur.

Awal Mula Perkenalan dengan Usaha Jamur

Rial Aditya berkenalan dengan usaha jamur ketika dirinya mengambil pendidikan jurusan biologi di Institut Teknologi Bandung pada tahun 2004.

Meskipun berkuliah di jurusan Biologi, namun jiwa kewirausahaannya mendorongnya untuk berbisnis sambil menjalani bangku kuliah.

Rial pernah mencoba menjalankan bisnis mulai dari bisnis cocok tanam sayuran hingga peternakan itik

Namun karena kesibukan kuliah, Rial memutuskan untuk berhenti berbisnis di tengah jalan.

Suatu ketika dalam kegiatan praktik lapangan di suatu daerah di Cisarua ia berkenalan dengan budidaya jamur.

Melihat bahwa banyak hal menarik yang bisa dipetik dari budidaya jamur, Rial tertarik juga untuk mencobanya.

Tanpa berpikir lama ia langsung memutuskan untuk mencoba melakukan budidaya jamur sesampainya ia pulang ke rumah,

Sebagai percobaan pertama, Rial menggunakan bibit yang ia beli dari pasar.

Namun bibit tersebut mengalami pembusukan tepat sebelum menghasilkan lembaran jamur yang bisa dikonsumsi.

Padahal dalam percobaan pertamanya, ia sudah menghabiskan lebih dari 25 juta Rupiah yang diproyeksikan dapat menghasilkan 4 hingga 5 ton jamur.

Rial mengatakan ia hanya bisa menghasilkan 15 kilogram saja dari bibit pertamanya itu.

Namun berkat bakat berwirausahanya, Rial tidak serta merta menyerah dan langsung menganalisa penyebab bibit jamurnya gagal.

Pada waktu itu Rial mengetahui bahwa bibit jamur yang ia gunakan ternyata berkualitas rendah sehingga tidak mampu berkembang.

Belajar dari pengalaman tersebut, Rial memutuskan untuk berguru kepada para petani jamur yang lebih berpengalaman.

Singkat cerita, upayanya mencari ilmu dari petani yang sudah berpengalaman tidaklah sia-sia

Ia akhirnya berhasil mengembangakan baglog jamur miliknya sendiri dan membuka bisnis yang ia beri nama Ruma Jamur.

Seiring perjalanan Rial menekuni bisnis ini, ia mengaku sudah mencapai omzet sebesar 800 juta pertahunnya.

Angka tersebut didapat dari usahanya mengembangkan baglog-baglog jamur hingga mencapai jumlah 25.000 buah, sesuatu yang tidak mudah dilakukan.

Menggelorakan Industri Jamur

Sukses sebagai pembudidaya jamur rupanya tidak membuat Rial cepat puas dengan pencapaiannya.

Ia justru tertantang untuk mengembangkan potensi industri dari jamur

tiram lebih luas lagi.

baca juga

Setelah pembudidayaan jamur, Rial mulai bergerak untuk merintis bisnis pengolahan jamur dengan bahan baku dari jamur yang ia hasilkan sendiri.

Untuk menggabungkan bisnis pembudidayaan jamur dan bisnis pengolahan jamur, Rial memutuskan untuk mendirikan perusahaan yang ia beri nama CV Ganesha Mycosoft.

CV Ganesha Mycosoft membawahi 4 usaha yang berhubungan dengan daur bisnis jamur yang disebut dengan Integrated Mushroom Farming System.

Dari usaha pengolahan jamur, Rial sudah memproduksi berbagai macam penganan yang lazim seperti kerupuk hingga yang tidak lazim seperti bakso dan siomay yang terbuat dari jamur.

Produk olahan jamur milik Rial ini sendiri sudah tersebar di berbagai pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia.

Selain itu ia juga mengandalkan beberapa reseller untuk memasarkan produk jamurnya, membuat usaha jamurnya semakin langgeng.

Rial juga memiliki unit bisnis lain yang bersumber dari jamur yaitu bisnis pengolahan limbah jamur.

Dari pengolahan limbah jamur ini Rial memproyeksikan dapat memanen sejumlah cacing yang bisa dijual sebagai pakan.

Untuk mendukung usahanya, Rial mengandalkan timnya yang berjumlah 16 orang.

Keenam belas orang ini sendiri diberi tugas untuk mengelola keempat bisnis jamur yang Rial bangun

baca juga

    Bangga Disebut Petani

    Meski memiliki ketertarikan untuk menekuni usaha untuk membudidayakan jamur sedari awal, piihan tersebut pada awalnya tidak mudah untuk dijalani oleh Rial

    Selain tantangan berbisnis, salah satu tantangan lain yang dialami oleh Rial adalah pendapat orang-orang di sekitarnya.

    Meskipun berkuliah di jurusan biologi yang identik dengan pertanian, rupanya tidak banyak orang menganggap bahwa melanjutkan karir di bidang pertanian memiliki masa depan.

    Banyak yang berpendapat bahwa profesi petani sangat melekat dengan kondisi tidak berpunya alias miskin.

    Akan tetapi Rial justru merasa tertantang untuk dapat menjalani profesinya sebagai petani tersebut.

    Ia secara perlahan mencoba menggeser paradigma pemuda-pemuda seusianya yang berpikir lebih baik bekerja di pabrik atau bahkan mengadu nasib menjadi TKI.

    Baginya lebih baik ia berusaha sendiri meskipun ia harus kotor-kotoran berlumuran lumpur dan hidup seperti anak desa.

    baca juga

    Banyak beramal

    Meski tidak bermaksud sebagai perusahaan dengan misi sosial, nyatanya Rial bersama dengan Ruma Jamur juga turut banyak mendorong kegiatan pemberdayaan bisnis bagi masyarakat sekitar.

    Tidak hanya sebagai entitas bisnis yang berbasis profit, Ganesha Mycosoft juga banyak mengadakan workshop dan penyuluhan mengenai bisnis jamur.

    Selain itu ia bahkan tidak segan untuk membagikan rahasianya dalam mengembangkan bisnis yang jamur dalam bentuk buku.

    baca juga

    Untuk buku sendiri Rial sudah menerbitkan beberapa judul seperti 10 rahasia membangun usaha pembudidayaan jamur hingga resep olahan jamur ala Ruma Jamur yang juga ia jual sendiri.

    Rial juga memegang teguh prinsip untuk selalu membagikan keuntungan bisnisnya dalam bentuk zakat maupun sedekah.

    Ia selalu mendisiplinkan diri untuk menyisihkan sekitar 20% dari seluruh keuntungannya dengan rinician 2,5% untuk zakat wajib dan 17,5% untuk sedekah seperti bantuan permodalan.