Usaha Berkah Di Bulan Puasa Usaha Keripik Tempe

Usaha Berkah Di Bulan Puasa Usaha Keripik Tempe | Tidak ada yang tahu bagaimanakah hari esok seorang atau usaha yang digerakkan. Walau kemauan awalannya cuma untuk menaikkan pendapatan keluarga, siapa kira usaha pembuatan keripik tempe yang ditempuh Sukini ini dapat berkembang serta berhasil melebihi ekspektasi awal.

Dimulai dari suatu hal yang kecil, usaha keripik tempe yang saat ini bernama Sukai Nicky ini saat ini sudah jadi pemasukan paling utama keluarga asal Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara, Jawa Tengah ini. Lantas seperti apakah usaha yang dijalani wanita kelahiran 4 Juni 1968 ini? Tersebut penjelasannya.

Bermula Dari Keripik Pisang sampai Kripik Tempe

Dengan modal kemauan serta sedikit kehalian memasak, pada th. 1996 Sukini membulatkan tekad untuk mengawali usaha keripik manfaat menolong perekonomian keluarga. Tetapi saat sebelum menggerakkan usaha keripik tempe, wanita yang cuma lulusan SMA ini memulai usahanya dari keripik pisang yang di proses serta dibawanya ke pasar serta dititipkan pada beberapa toko.

Sampai disuatu waktu Sukini kesusahan memperoleh bahan baku pisang untuk di proses lantaran buahnya yang termasuk musiman. Lantaran argumen inilah lalu Sukini pada th. 2000-an berpindah dengan keripik tempe.
Usaha Berkah Di Bulan Puasa Usaha Keripik Tempe  , Pada awal usaha keripik tempe, Sukini menggunakan tepung beras untuk menggoreng tempe. Produknya waktu itu masih tetap bernama Aneka Rasa. Namun lantaran di rasa tak terlampau menarik, jadi lalu Sukini menggantinya dengan nama Sukai Nicky agar lebih gampang diingat serta mempunyai jati diri yang khas serta menarik. Keripik tempe yang di produksi Sukini ini cuma mempunyai satu varian saja yakni original.

Wanita yang dikaruniai dua putra ini sendiri menyebutkan bahwa customer lebih suka pada keripik tempe dengan rasa orisinal serta keripik tempe dengan rasa pedas, gurih serta manis yang pernah dicobanya kurang demikian laris.

Perubahan Usaha Kripik Sukai Nicky

Tidak dinyana, penjualan keripik tempe Sukai Nicky makin berkembang cepat. Bila dahulu Sukini mesti jual produknya dari satu toko ke toko lain, saat ini ia tidak butuh repot-repot mendatangi konsumen. Malah pembelilah yang saat ini berdatangan ke dapur produksinya.

Walau tidak lagi turun menjemput customer, Sukini setiap hari terus ada di dapur produksi untuk mengontrol kwalitas keripik tempenya. Keripik Sukai Nicky ini sendiri di bandrol dengan harga Rp 25. 000 –Rp 35. 000 per kg. Sekarang ini, kemampuan produksi Sukini sudah meraih beberapa ratus kg /hari.
Melindungi Kwalitas Produk

Untuk mempertahakan pelanggan serta usahanya, Sukini menyampaikan bahwa ia mengerjakannya dengan selalu melindungi kwalitas product. Menurut dia, kwalitas product benar-benar sangat utama serta paling utama untuk menumbukan keyakinan customer. Dalam tempat sistem produksinya, wanita kelahiran 4 Juni 1968 ini senantiasa melindungi kebersihan kerapian dapurnya. Ia mau produknya senantiasa bagus, aman serta terjamin kesehatannya.

Terbuka Dengan Konsumen

Hal-hal lain yang senantiasa dikerjakan Sukini untuk melindungi pelanggan untuk terus setia yaitu dengan berlaku terbuka. Terkecuali senantiasa menjalin komunikasi, Sukini juga tidak sangsi untuk mengajak beberapa pembelinya untuk datang serta melihat-lihat dapur produksinya serta tunjukkan langkah pembuatan keripik tempe Sukai Nicky. Hal semacam ini dikerjakannya supaya customer terus yakin bakal mutunya produknya serta pada akhirnya ingin selalu beli produknya.
Rajin Turut Pelatihan

Rahasia selanjutnya dari perubahan usaha yang digeluti Sukini yaitu rajinnya ia ikuti kursus. Kursus yang seringkali diselenggarakan oleh dinas setempat ini memanglah jadi peluang baginya untuk belajar beberapa hal dari sesama entrepreneur ataupun profesional di bagian usaha. Sampai sekarang ini, bermacam kursus sudah diikuti oleh Sukini, terlebih kursus untuk pemrosesan hasil pertanian.

Dari pelatihan-pelatihan itu, Sukini mengaku memperoleh banyak kenalan serta jaringan usaha yang luas. Dari sebagian kursus yang diikuti, saat ini akhirnya sudah dapat di nikmati dengan pelebaran pasar sampai meraih Purbalingga, Purwokerto, Semarang sampai Jakarta. Karena kursus ini dapat, product keripik tempe Sukai Nicky sudah temukan bahan terbaiknya yakni tepung mocaf yang datang dari singkong yang disebut bentuk suatu terobosan usaha.

Usaha Berkah Di Bulan Puasa Usaha Keripik Tempe

Baca juga :

  1. DJM Art: Bisnis Tanpa Office Di Era Digital
  2. Tips Menguatkan Brand Di Bisnis Kuliner

Dari terobosan yang dikerjakan Sukini ini tidak diduga lalu mengantarkannya pada penghargaan dalam Pameran Pangan Nusa (PPN) serta Pameran Product Dalam Negeri (PPDN) 2014 untuk kelompok camilan. Waktu itu pemerintah sangatlah mengapresiasi serta menghormati #UKM yang sudah berani memakai tepung mocaf lantaran masih tetap sekurang-kurangnya yang ingin berpindah serta mengerjakannya, terang Sukini, Usaha Berkah Di Bulan Puasa Usaha Keripik Tempe 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page